MAKNA NIKAH SIRRI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN (STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MAKNA, MOTIVASI, SERTA KEHIDUPAN PASANGAN NIKAH SIRRI)DI SURABAYA

ZULI FITRIYA HANIK, 070216737 (2006) MAKNA NIKAH SIRRI PADA MASYARAKAT PERKOTAAN (STUDI DESKRIPTIF MENGENAI MAKNA, MOTIVASI, SERTA KEHIDUPAN PASANGAN NIKAH SIRRI)DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
16. Abstrak Fis S 43-06 Han m.pdf

Download (292kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2006-hanikzulif-3083-fiss43-6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nikah di bawah tangan, atau lebih populer dengan nikah sirri merupakan pernikahan yang dilaksanakan sesuai dengan syarat dan rukun nikah dalam Islam, tetapi tidak atau belum dicatatkan di Kantor Urusan Agama (KUA). Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah I).Bagaimana persepsi pasangan nikah sirri itu dibangun melalui proses eksternalisasi, obyektivasi dan internalisasi? 2).Bagaimana kehidupan keluarga serta fungsi keluarga yang terbentuk melalui nikah sirri? Sedangkan untuk menjawab permasalahan tersebut, dalam penelitian ini digunakan teori konstruksi sosial dari Peter L.Berger bahwa praktek nikah sirri tidak hanya terlepas pada bagaimana pemaknaan individu tentang realita tersebut akan tetapi bagaimana pula struktur sosial di mina individu itu memaknai nikah sirri. Penelitian ini merupakan tipe penelitian deskriptif, dengan analisa kualitatif. Sedangkan tehnik pemilihan informan yang digunakan adalah snow ball yang berarti peneliti menggunakan informan kunci dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan. Selanjutnya untuk pengumpulan datalnformasi peneliti menggunakan tehnik wawancara mendalam dengan menggunakan pedoman wawancara. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Pertama, Nikah sirri dimaknani sebagai suatu pernikahan yang sah secara agama tetapi belum atau tidak tercatat di KUA. Kedua, motivasi untuk melakukan nikah sirri diantaranya adalah: motif agama, prosedural, ekonomi dan psikologis. Ketiga, kehidupan keluarga pasangan nikah sirri dilihat dari: a).Faktor pendukung nikah sirri; informan cenderung menikah atas inisiatif keluarga. b) Pernikahan yang dilaksanakan informan disahkan oleh kiai setempat serta dilaksanakan seperti pernikahan pada umumnya hanya tidak tercatat di KUA dan tidak ada acara walimahan (resepsi). c) Fungsi keluarga pasangan nikah sirri belum sepenuhnya berjalan. d) Dampak nikah sirri tidak begitu dirasakan oleh informan dan kalaupun ada itu hanya berasal dari masyarakat yang cenderung memojokkan informan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 43/06 Han m
Uncontrolled Keywords: MARRIAGE (ISLAMIC LAW)
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1-50 Religion (General)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ZULI FITRIYA HANIK, 070216737UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSiti Norma, -UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 04 Dec 2006 12:00
Last Modified: 11 Jul 2017 02:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15045
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item