WACANA MASKULIN (STUDI TENTANG PEMAKNAAN DAN PEMBENTUKAN WACANA MASKULIN PADA MAHASISWA SURABAYA)

IWAN AMIN KURDI, 079916147 (2007) WACANA MASKULIN (STUDI TENTANG PEMAKNAAN DAN PEMBENTUKAN WACANA MASKULIN PADA MAHASISWA SURABAYA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-kurdiiwana-4632-fiss10-k.pdf

Download (323kB) | Preview
[img]
Preview
Text (FULL TEXT)
15070.pdf

Download (2MB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sosialisasi, merupakan interaksi antar manusia yang dapat memproduksi suatu wacana. Dengan wacana ini, seorang individu mempunyai dasar dalam bersikap apabila dihadapkan dengan kondisi tertentu. Melalui dasar penelitian, bahwa pemahaman setiap orang dapat serupa ataupun bahkan beragam mengenai konsepsi wacana maskulin ini, muncullah suatu asumsi. Dimana, besar kecilnya lingkup sosialisasi yang terjadi, dapat mempengaruhi kesamaan ataupun keragaman wacana maskulin ini. Dalam penelitian ini, penggunaan konsep diri, diperlukan untuk menguak pemaknaan yang dilakukan seorang mahasiswa ketika memahami wacana maskulin ini. Secara purposive subyek penelitian adalah Mahasiswa, dengan keberagaman serta kebebasan mereka dalam memilih wacana yang diidealkan, dan tentu saja penyesuaiannya dengan perilaku sebagai wujud dari wacana tadi. Yang pada akhirnya, subyek yang berhasil diwawancarai sebanyak tujuh orang, tiga orang dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tiga dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan satu orang dari Institut. Surabaya sendiri sebagai lokasi penelitian, dengan anggapan bahwa kota tersebut memiliki akses teknologi dan kebudayaan dari setiap daerah dengan mahasiswa yang berasal dari luar kota. Tipe penelitian ini deskriptif, melalui analisis kualitatif dengan pengumpulan data secara indeph interview. Didalamnya, digambarkan proses pemaknaan wacana maskulin pada mahasiswa, beserta proses terbentuknya wacana maskulin yang dianut mahasiswa sebagai subyek penelitian tersebut. Sebagai kesimpulan utama, didapat bahwa meskipun terdapat nilai-nilai gender tradisional dari beberapa subyek, terdapat pula kompromi atau penyesuaian dengan nilai-nilai tradisional tersebut, seperti keseimbangan peran antara laki-laki dan perempuan dalam keluarga. Dengan wacana-wacana yang ditampilkan, merupakan pengaruh tunggal dari keluarga (Sapta), pengaruh peer group (Bangjay), serta sisanya (Doyok, Qory, Usmen, Kentang dan Junior) merupakan subyek-subyek dengan model wacana maskulin bentukan sendiri, dengan tetap mempunyai acuan dari keluarga ataupun peer group.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 10/07 Kur w
Uncontrolled Keywords: DANDIES; SOCIALIZATION
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
IWAN AMIN KURDI, 079916147UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSepti Ariadi, Drs., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 11 May 2007 12:00
Last Modified: 04 Jun 2017 19:37
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15070
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item