FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENYEBAB LOST DECADE EKONOMI JEPANG

ANGELA YUNITA HARA, 070216615 (2007) FAKTOR-FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENYEBAB LOST DECADE EKONOMI JEPANG. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2007-haraangela-5528-fishi5-k.pdf

Download (317kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sejarah mencatat bahwa di tahun 1960-an Jepang mencapai puncak kemajuan ekonomi yang luar biasa, setelah sebelumnya hancur akibat kekalahan dalam Perang Dunia II. Jepang terbukti mampu bangkit lagi. Tetapi kemudian sejarah pun kembali mencatat terjadinya kemerosotan perekonomian Jepang selama kurang lebih 10 tahun, atau yang lebih dikenal dengan istilah Lost Decade. Pemicu terjadinya resesi adalah fenomena penggelembungan ekonomi atau bubble economy. Resesi ekonomi terjadi di Jepang di awal tahun 1990, dan berangsur pulih di awal tahun 2000-an. Permasalahan dalam penelitian eksplanatif ini adalah apa saja faktor-faktor internal maupun eksternal yang menyebabkan Jepang masuk dalam era Lost Decade. Hal ini menjadi kajian yang menarik untuk diteliti lebih lanjut mengingat Jepang adalah negara dengan ekonomi yang begitu besar, ternyata dapat terperangkap dalam resesi ekonomi yang berkepanjangan. Permasalahan ini diteliti dengan sebuah desain penelitian yang memadukan landasan teoritik berupa pendekatan state building, konsep good governance, serta teori interdependensi, sehingga ditemukan hipotesis yang pada prinsipnya memuat hubungan kausal antara Lost Decade dengan penurunan kekuatan negara dan liberalisasi prematur. Melalui studi pustaka dan analisis terhadap data dan fakta sejak tahun 1980 hingga awal tahun 1990-an, atau selama jangka waktu sebelum terjadinya Lost Decade, ditemukan bukti bahwa ada dua faktor yang memiliki pengaruh kuat sebagai penyebab terjadinya Lost Decade. Pertama, dari faktor internal yaitu terjadinya penurunan kekuatan negara atau kualitas pemerintah (good governance) yang tercermin melalui ketidakefektifan kinerja pemerintah. Kedua, dari faktor eksternal berupa penerapan liberalisasi yang prematur. Dikatakan prematur karena belum berjalan secara maksimal, dan pada dasarnya dilakukan atas dasar tekanan dari luar, terutama dari Amerika Serikat, sebagai akibat dari interdependensi. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ternyata mendukung hipotesis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis HI 50/07 Har f
Uncontrolled Keywords: BUSINESS ENTERPRISES - FINANCE; ECONOMIC CONDITION
Subjects: H Social Sciences > HC Economic History and Conditions > HC10-1085 Economic history and conditions
S Agriculture > SH Aquaculture. Fisheries. Angling > SH1-691 Aquaculture. Fisheries. Angling > SH201-399 Fisheries > SH334 Economic aspects. Finance
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
ANGELA YUNITA HARA, 070216615UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBLS Wahyu Wardhani, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 30 Nov 2007 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 03:43
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15073
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item