"KOMUNITAS DANGDUT" Studi Deskriptif Pada Komunitas Dangdut Di Cafe Monkasel (Monumen Kapal Selam) Surabaya.

PUTRA ARMAN MARAMIS, 070517751 (2009) "KOMUNITAS DANGDUT" Studi Deskriptif Pada Komunitas Dangdut Di Cafe Monkasel (Monumen Kapal Selam) Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-maramisput-17177-fiss02-k.pdf

Download (550kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-maramisput-14385-fiss02-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (906kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Keberadaan komunitas dangdut di cafe monkasel (monumen kapal selam) Surabaya, merupakan suatu bentuk fenomena sosial yang menarik dengan gaya hidup yang khas. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai hal tersebut, maka dapat dikemukakan fokus permasalahannya yaitu, bagaimanakah proses terbentuknya “komunitas dangdut” di cafe monkasel (monumen kapal selam) Surabaya dan apakah terbentuknya komunitas dangdut tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Untuk menjawab fokus permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti memakai metode kepustakaan dan studi lapangan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi berupa foto. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dari informan dan data sekunder dari foto hasil penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa terbentuknya komunitas dangdut cafe monkasel awalnya tidak di rencanakan, terbentuk melalui proses yang mudah dan relatif singkat, semua itu karena sikap para anggotanya yang terbuka dan ramah terhadap orang lain. Pada awalnya masing-masing pengunjung yang datang ke cafe monkasel memiliki tujuan yang berbeda, namun tujuan dibalik semua itu adalah sama, yaitu sama-sama menggemari musik dangdut. Karena hal itulah yang kemudian mendasari dan mendorong mereka membentuk suatu komunitas dangdut cafe monkasel. Untuk lebih mempererat hubungan antar sesama anggota komunitas, diadakan berbagai macam kegiatan, misalnya: arisan, latihan dansa, dan kegiatan sosial lainnya. Gaya hidup dapat berkembang cepat dalam “komunitas dangdut”, karena didorong oleh keterbukaan, pluralisme tindakan, dan aneka ragam otroritas yang ada di dalamnya. Gaya hidup yang diperlihatkan komunitas dangdut cafe monkasel adalah gaya hidup fun (hura-hura), estetisasi (gaya dan desain menjadi lebih penting dari pada fungsi), lookism (bila tampilan Anda lebih baik, maka Anda akan lebih sukses dalam kehidupan). “Komunitas dangdut” ini tidak terlihat berorientasi ke depan, artinya dimana semua hal dilakukan dan dijalani pada masa sekarang dibiarkan mengalir apa adanya. Dalam kesemua hal yang terkait dengan gaya hidup dan pandangan hidup “komunitas dangdut” di cafe monkasel, banyak terjadi suatu paradoksitas, dimana kesemuanya dapat dipahami sebagai bagian dari era post-modernisme.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 02/ 10 Mar k
Uncontrolled Keywords: MUSIC - SOCIETIES; CONSUMER SATISFACTION
Subjects: M Music and Books on Music > M Music > M1627-1853 Folk, national and ethnic music
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
PUTRA ARMAN MARAMIS, 070517751UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDoddy S. Singgih, Drs., M.siUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 28 Mar 2011 12:00
Last Modified: 14 Sep 2016 10:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15086
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item