MAKNA UPACARA POTONG GIGI (METATAH) BAGI PESERTA UMAT HINDU BALI DI PURA AGUNG JAGAT KARANA KOTA SURABAYA

Ni Wayan Ernawati, 070810108 (2013) MAKNA UPACARA POTONG GIGI (METATAH) BAGI PESERTA UMAT HINDU BALI DI PURA AGUNG JAGAT KARANA KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-ernawatini-26244-6.-abstr-k.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15122.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Upacara potong gigi adalah suatu upacara yang sangat penting dalam siklus kehidupan umat Hindu. Masyarakat Hindu di kota Surabaya adalah masyarakat pendatang dari Bali, sudah lama tinggal di kota metropolis yang mengalami perubahan sangat cepat. Karena itu, pada penelitian ini dicoba untuk meneliti tentang Makna Upacara Potong Gigi (Metatah) Bagi Peserta Umat Hindu Bali Di Pura Agung Jagat Karana Kota Surabaya. Rumusan masalah penelitian yang ditentukan berdasarkan latar belakang penelitian adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan upacara potong gigi di Kota Surabaya dan (2) Bagaimana peserta umat Hindu Bali di Kota Surabaya memaknai upacara potong gigi. Penelitian ini menggunakan teori semiotik, teori perubahan kebudayaan, konsep upacara potong gigi yang berkaitan dengan ritus peralihan dan menggunakan.metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan penggunaan dokumen. Data dikumpulkan secara bertahap yaitu: (1) observasi lokasi penelitian, mengumpulkan dokumen, foto/ video pelaksanaan upacara potong gigi, (2) wawancara dengan tokoh Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Surabaya (PHDI), Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Surabaya, Banjar Surabaya, Pendeta doa, empat peserta upacara potong gigi dan Sangging (tukang kikir gigi), (3) mengolah data dan (4) penulisan laporan. Hasil penelitian dengan menjawab rumusan masalah satu adalah Proses pelaksanaan upacara potong gigi di Kota Surabaya dilakukan selama dua hari, secara masal, pada waktu liburan sekolah di Pura Agung Jagat Karana Surabaya sedangkan di Bali proses pelaksanaan upacara potong gigi dilaksanakan empat hari dan jawaban rumusan masalah dua adalah Peserta Umat Hindu di Kota Surabaya memaknai upacara potong gigi sebagai upacara pensucian untuk mengendalikan/ menghilangkan enam musuh dalam diri manusia (Sad Ripu) yaitu keinginan (kama), kemarahan (krodha), tamak/ rakus (lobha), hawa nafsu (moha), kemabukan (mada), dan iri hati (matsarya) dan peserta belum mampu melaksanakan makna upacara potong gigi secara maksimal karena pengaruh lingkungan dan ketidaksempurnaan manusia itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.ANT.25/12 Ern m
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
Ni Wayan Ernawati, 070810108UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDrs. Djoko Adi Prasetyo, M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Tn Fariddio Caesar
Date Deposited: 01 Feb 2013 12:00
Last Modified: 04 Jun 2017 21:59
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15122
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item