GAYA HIDUP LAKI-LAKI METROSEKSUAL DALAM MAJALAH( ANALISIS WACANA KRITIS METROSEKSUAL DALAM MAJALAH GAYA HIDUP PRIA ESQUIRE INDONESIA)

YOKE PURNAMAWARDHANI, 070116516 (2008) GAYA HIDUP LAKI-LAKI METROSEKSUAL DALAM MAJALAH( ANALISIS WACANA KRITIS METROSEKSUAL DALAM MAJALAH GAYA HIDUP PRIA ESQUIRE INDONESIA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-purnamawar-9110-abstract-8.pdf

Download (311kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
15126.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Laki-laki sekarang semakin peduli dengan penampilan dan perawatan tubuh. Mereka ini bukan tipe pria lama yang maskulin dan berotot, tapi woman-oriented man alias girly man. Bukan berarti mereka beralih orientasi seks atau kehilangan maskulinitasnya. Fenomena apakah ini? Ada istilah yang menjadi buzzword di seluruh dunia: metroseksual. Berbagai fenomena diatas menjadi tanda-tanda zaman bahwa pria telah berubah. Kemajuan teknologi informasi dan kompleksitas kehidupan kota besar telah mengubah mindset, cara pandang, dan perilaku kaum pria, khususnya mereka yang tinggal di kota kota besar, termasuk juga cara dan alasan mereka dalam menetapkan pembelian dan konsumsi barang. Terkait dengan hal tersebut, mengikuti tren fashion menjadi begitu penting. Pria metroseksual adalah orang yang trend-enthusiast. Mereka mau selalu menjadi yang terdepan dalam mode. Hal ini menjadi salah satu identitas sosial yang membedakan diri mereka dengan orang lain. Keinginan para metroseksual untuk selalu mengikuti tren tak bisa dilepaskan dari latar belakang mereka. Umumnya mereka hidup di kota-kota metropolitan, mapan secara ekonomi, dan well-educated. Karena tingkat pendidikannya tinggi, mereka memiliki akses dan sumber informasi yang sangat luas. Informasi mengenai tren fashion terbaru salah satunya mereka dapatkan dari majalah gaya hidup pria seperti Esquire. Metode penelitian yang digunakan adalah Critical Discourse Analysis oleh Norman Fairclough. Fairclough membagi analisis wacana dalam tiga dimensi, yaitu teks, discourse practice, dan sociocultural approach. Pada akhirnya terbentuk kesimpulan bahwa metroseksual adalah fenomena gaya hidup yang mengubah konsep maskulinitas tradisional menjadi maskulinitas modern, terutama dari segi penampilan. Lelaki metroseksual meyakini bahwa penampilan awet muda dan menarik memberi sisi positif bagi lingkungan. Bukan hanya secara profesional, tapi juga untuk kepentingan personal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 39 08
Uncontrolled Keywords: LIFE STYLE; HETEROXUALS
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ2042-2044 Life style
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
YOKE PURNAMAWARDHANI, 070116516UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYayan Sakti Suryandaru, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 16 Mar 2009 12:00
Last Modified: 04 Jun 2017 22:10
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15126
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item