STRATEGI MENGELOLA KONFLIK PASANGAN DALAM PERKAWINAN POLIGAMI

Amelia Zahra, 070316852 (2007) STRATEGI MENGELOLA KONFLIK PASANGAN DALAM PERKAWINAN POLIGAMI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-zahraameli-9125-abstract-8.pdf

Download (321kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
15134.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan di Indonesia tidak hanya perkawinan monogami (satu suami dengan satu istri) tapi juga ada perkawinan poligami yaitu perkawinan antara satu suami dengan banyak istri. Perkawinan poligami cenderung menimbulkan konflik karena suami yang tidak meminta izin kepada istri pertama jika ingin melakukan perkawinan poligami, suami yang berbohong pada istri baik pada istri pertama maupun pada istri kedua dan suami yang tidak adil pada salah satu istri akan dapat menimbulkan konflik dalam perkawinan poligami. Konflik dalam perkawinan poligami dapat berdampak buruk bagi perkawinan tersebut apabila pengelolaannya tidak tepat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk mengelola konflik pasangan yang melakukan perkawinan poligami. Tinjauan pustaka yang digunakan adalah sub sistem keluarga, perkawinan poligami, komunikasi suami istri, konflik dalam perkawinan poligami, gender dalam perkawinan dan strategi mengelola konflik dalam perkawinan poligami. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif serta tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah pasangan yang melakukan perkawinan poligami yang dipilih berdasarkan kelas ekonomi (menengah ke bawah, menengah dan menengah ke atas). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam (depth interview). Konflik yang muncul dalam perkawinan poligami adalah hilangnya kepercayaan terhadap suatu hubungan, kedekatan yang berlebihan pada salah satu istri, adanya pihak ketiga, perubahan sifat hubungan, harapan yang tidak terpenuhi dan masalah keuangan. Strategi yang digunakan oleh pasangan yang melakukan perkawinan poligami adalah strategi pengelolaan konflik yang tidak produktif dan strategi pengelolaan konflik yang produktif. Strategi pengelolaan konflik yang tidak produktif adalah penghindaran, non-negoisasi dan redefinisi. Sedangkan strategi pengelolaan konflik yang produktif adalah langsung dan spesifik serta bertengkar secara aktik Strategi yang digunakan tidak hanya strategi produktif dan non produktif, adanya proses negosiasi di setiap keluarga yang menganut perkawinan poligami.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis K 48 08 Zah s
Uncontrolled Keywords: POLYGAMY ISLAMIC LAW; POLYGAMY � LAW AND LEGISLATION
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion > BL1-50 Religion (General)
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB270-280 Theory, philosophy, and science of religious law
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
Amelia Zahra, 070316852UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLiestyaningsih D, dRA., m.sIUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 17 Mar 2009 12:00
Last Modified: 04 Jun 2017 22:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15134
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item