SOSIOLOGIMUSIK : PARADOKS EKSISTENSIAL KARYA SENI-MUSIK DALAM RELASI SOSLAL

Dina Prianti, 070016331 (2008) SOSIOLOGIMUSIK : PARADOKS EKSISTENSIAL KARYA SENI-MUSIK DALAM RELASI SOSLAL. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2008-priantidin-9245-abstract-8.pdf

Download (323kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15142.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Proses demitologisasi yang telah membawa kita padA bentuk penebusan atas luka historis, berada dalam bayang-bayang perulangan abadi represivitas. Rasional instrumental memberikan penegasan atas siklus abadi ini menjadi yang tak terelakkan dalam sejarah, dengan mengarahkan pengalaman pada prinsip utilitas. Namun pengalaman kita tak terserap seluruhnya ke dalam moralitas yang merepresentasikan dirinya sebagai dewa baru dari segala bentuk penebusan atas luka historis. Dengan menengok kembali sejarah luka yang telah menjadi puing puing berserakan dalam kehidupan modern, dan memungut kembali organ-organ tubuh yang termutilasi dalam objek-objek, maka kondisi-kondisi dari relasi produksi di bawah bayang-bayang rasionalisme, mendapatkan sinyal peringatan atas penyangkalan terhadap pencapaian-pencapaiannya membangun puncak peradaban. Negativitas yang dipahami sebagai poliponik, yaitu dua suara atau lebih yang hadir secara bersamaan yang juga dikembangkan oleh Adorno dari filsafat musik modern, melihat reifikasi total tidak hanya memunculkan sejarah dominasi tetapi juga kemungkinan-kemungkinan lain atau non-dominasi, hanya jika negativitas menyediakan mediasi, yang saat ia memunculkan moment-moment negatif secara bersaman usaha membongkar adalah pula usaha membangun kembali. Bahwa reifikasi sejalan dengan proses pelupaannya juga menyediakan usaha pelepasan isi ingatan yang terepresi; pelepasan kekuatan bagi pembebasannya. Menangkap kembali luka historis, yang terus membekas di dalam situasisituasi yang tak nampak - non existent dalam relasi produksi adalah bentuk dari sense of negativity. Kehadirannya menjadi terror, dan kebangkitannya menjadi kekuatan produktif yang tak pernah lagi dapat menyamakan dirinya dengan realitasnya. Kemampuan mentransformasi kondisi-kondisi horrorisme inilah yang membuat pengalaman-pengalaman dilepaskan dari fungsi-fungsi praktis dari penebusan secara langsung. Perilaku estetik pada akhirnya adalah kritik terhadap rasionalitas dan usaha-usaha lari darinya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis S 31/08 Pri s
Uncontrolled Keywords: MUSIC-SOCIETIES; SCIENCE-SOCIAL ASPECTS
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1106-1171 Interpersonal relations. Social behavior
M Music and Books on Music > M Music > M1627-1853 Folk, national and ethnic music
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Dina Prianti, 070016331UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDaniel T. Sparringa, MA, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 30 Mar 2009 12:00
Last Modified: 05 Jun 2017 16:41
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15142
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item