POLITIK RADIKAL DEMOKRATIS ANALISIS NEO-GRAMSCIAN LACLAU MOUFFE TERHADAP FENOMENA GERAKAN KIRI DI INDONESIA

GEDE INDRA PRAMANA, 070610338 (2010) POLITIK RADIKAL DEMOKRATIS ANALISIS NEO-GRAMSCIAN LACLAU MOUFFE TERHADAP FENOMENA GERAKAN KIRI DI INDONESIA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-pramanaged-19009-fisp-k.pdf

Download (304kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-pramanaged-15808-fisp-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (714kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pasca era reformasi, wacana kiri kembali mengemuka setelah sekian lama dibungkam. Pemikiran kiri, yang identik dengan pemikiran Karl Marx, selama ini mengalami deteritorialisasi dalam khasanah pengetahuan. Padahal, sebagai sebuah gerakan, wacana kiri pernah mendapat tempat tersendiri di Indonesia. Tradisi kiri muncul di Indonesia pada masa-masa pergerakan kemerdekaan Indonesia, awal abad ke-20, dimana pemikiran kiri menjadi kerangka analisis para pemikir pejuang perlawanan penjajah saat itu. Pada perkembangannya, tercatat betapa tekanan politis, ”mengharamkan” pemikiran kiri. Hal ini terutama dilakukan melalui praktik hegemoni Soeharto pada masa Orde Baru. Stigma kiri dilekatkan dengan perusuh yang mengancam stabilitas nasional. Tetapi, pasca era reformasi 1998, pemikiran kiri muncul kembali, meskipun stigma yang melekat belum sepenuhnya hilang. Marxisme, dalam kerangka analisisnya menawarkan cara baca baru terhadap fenomena sosial, yang secara langsung mempengaruhi kajian sosial politik. Selain itu, semangat pembebasan dan emansipasi yang ditawarkannya menjadi tulang punggung bagi gerakan sosial. Namun, dalam perkembangannya, tradisi kiri mengalami krisis. Sebagai sebuah gerakan, tradisi kiri memiliki keterbatasan teoritik yang membuatnya tidak lagi mampu membaca fenomena sosial secara komprehensif. Skripsi ini menjelaskan fenomena gerakan kiri di masyarakat. Tantangan yang dihadapi oleh para teoritisi marxis. Akan tetapi, justru dalam kondisi inilah, Ernesto Laclau dan Chantal Mouffe, mengembangkan konsepsi teoritiknya sendiri. Pembacaan ulang yang dilakukan terhadap sejarah Indonesia, memungkinkan re-konseptualisasi pemikiran kiri. Melalui konsepsi barunya tentang hegemoni, Laclau-Mouffe menyediakan analisis teoritik baru bagi gerakan kiri, dan memberikan strategi baru bagi gerakan sosial, sebagai bentuk perjuangan melawan segala bentuk penindasan, dengan menunjukan bahwa antagonisme merupakan kategori inheren dalam masyarakat Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS P 67 / 10 Pra p
Uncontrolled Keywords: HEGEMONY; SOCIAL ANTAGONISM
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General) > H1-99 Social sciences (General)
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM811-821 Deviant behavior. Social deviance
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM831-901 Social change
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
GEDE INDRA PRAMANA, 070610338UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAirlangga Pribadi, S.IP., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 17 Jun 2011 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 01:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15230
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item