PENGARUH KEBIJAKAN WAR ON TERRORISM AMERIKA SERIKAT TERHADAP KEBIJAKAN KEAMANAN FILIPINA ATAS KASUS MORO FILIPINA SELATAN

DHANYS SISWANTORO, 070810713 (2012) PENGARUH KEBIJAKAN WAR ON TERRORISM AMERIKA SERIKAT TERHADAP KEBIJAKAN KEAMANAN FILIPINA ATAS KASUS MORO FILIPINA SELATAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-siswantoro-21191-10.abst-k.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15270.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Filipina dihadapkan pada persoalan pemberontakan dan aksi-aksi terorisme dari kelompok-kelompok ekstrimis, seperti MNLF, MILF, dan ASG di wilayah Filipina Selatan, seperti Mindanao, Zamboanga, Sulu, dan Basilan. Aksi dan tindakan yang dilakukan oleh mereka sering kali menggunakan cara-cara kekerasan, sehingga keberadaannya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah Filipina. Adanya kebijakan War on Terrorism pada 11 September 2001 oleh AS, kemudian menganggap bahwa Asia Tenggara khususnya Filipina Selatan, memiliki jaringan dengan terorisme internasional seperti Al-Qaedah. Hal ini kemudian memberikan peluang kerjasama keamanan antara pemerintah AS dengan Filipina terkait dengan masalah keamanan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana Kebijakan WoT AS mempengaruhi kebijakan keamanan Filipina atas kasus Moro di wilayah Filipina Selatan? Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti akan menganalisis pada level Negara-bangsa, dengan menggunakan konsep persepsi ancaman, teori interaksi, teori politik luar negeri, serta teori interaksi dan proses sosial. Hipotesis dalam penelitian ini adalah kebijakan WoT AS mempengaruhi kebijakan keamanan Filipina atas kasus Moro di wilayah Filipina Selatan. Sebelum adanya kebijakan WoT AS, kebijakan keamanan Filipina berupa pendekatan militer untuk melawan kelompok ekstrimis dan organisasi teroris di wilayah Filipina Selatan. Setelah adanya kebijakan WoT AS, kebijakan keamanan pemerintah Filipina menyamakan dengan pendekatan AS dalam melawan terorisme internasional sesuai dengan arah tujuan kerjasama AS – Filipina. Pendekatan tersebut adalah pendekatan masyarakat yang diimplementaskan dengan pendekatan militer. Penelitian ini menunjukan bahwa terjadi perubahan kebijakan keamanan pemerintah Filipina di wilayah Filipina Selatan akibat adanya kerjasama keamanan antara AS – Filipina sebagai bentuk kebijakan WoT AS. Perubahan tersebut adalah adanya pendekatan masyarakat dalam melawan kelompok ekstrimis dan organisasi teroris di wilayah Filipina Selatan

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.HI.34/12 Sis p
Uncontrolled Keywords: PHILIPHINE, UNITED STATES OF AMERICA
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia > 6651 Political institutions and public administration (Asia,Africa, Australia, Pacific Area, etc.)
J Political Science > JZ International relations > JZ5-6530 International relations > JZ6530 Humanitarian aspects of war
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
DHANYS SISWANTORO, 070810713UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorLilik Salamah, Dra.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 05 Nov 2012 12:00
Last Modified: 04 Jul 2017 21:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15270
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item