KONSTRUKSI MAKNA KEPERAWANAN SEBAGAI SIMBOL STATUS SOSIAL Studi pada Perempuan Pelaku Seks Pranikah ketika Remaja di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur

NADIA PARAMITHA, 070810065 (2012) KONSTRUKSI MAKNA KEPERAWANAN SEBAGAI SIMBOL STATUS SOSIAL Studi pada Perempuan Pelaku Seks Pranikah ketika Remaja di Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-paramithan-21239-5.abstr-.pdf

Download (219kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-paramithan-21239-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Sebuah penelitian yang dimulai karena keprihatinan terhadap pergaulan remaja yang semakin terbuka pada kebebasan, terutama remaja putri yang ada di Sidoarjo. Sebagaimana diketahui itu dekat dengan Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, semakin besar kota, akan semakin luas peluang menangkap hal-hal baru, termasuk pengkonstruksian makna keperawanan. Dalam penelitian ini digunakan teori konstruksi realitas secara sosial milik Peter L. Berger, dengan tipe penelitian kualitatif, didapatkan penjelasan mengenai makna keperawanan yang disampaikan oleh subyek penelitian yaitu, 3 orang perempuan dari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo, yang pernah menjadi pelaku seks pranikah saat remaja, hingga terjadi kehamilan ketika mereka masih aktif sebagai pelajar SMA. Dari beberapa pendapat mereka dapat ditarik benang merah bahwa ada proses eksternalisasi (penyesuaian diri); obyektivikasi (interaksi diri, melakukan pembenaran); internalisasi (identifikasi diri, mencoba melakukan) dalam memaknai sebuah keperawanan hingga terlibat pada perilaku seks pranikah. Mengkonstruksi makna keperawanan memang menjadi suatu hal yang berbeda-beda pada setiap perempuan yang pernah menjadi pelaku seks pranikah. Salah satu pelaku yang saat itu baru saja tamat SMP, mengatakan bahwa keperawanan itu sebagai simbol perjuangan pertahanan diri seorang perempuan untuk menjaga status kegadisannya dari proses berpacaran hingga pernikahan, sebagai kepuasaan hubungan seksual bersama pasangannya atau suami; Ada pula pelaku yang takut tak lagi dicintai kekasihnya dan melakukan seks pranikah, lalu mengatakan bahwa perawan itu terbukti dengan adanya darah yang keluar dari alat kelamin perempuan saat berhubungan intim. Namun ada pula yang mengakui perilaku seks pranikah sebagai hal yang biasa dan tidak mencemaskan makna keperawanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.S.37/12 Par k
Uncontrolled Keywords: Construct the Meaning, Virginity, Premarital Sex
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
NADIA PARAMITHA, 070810065UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarso, Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 07 Nov 2012 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 05:16
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15278
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item