KONFLIK WADUK SEPAT (Studi Kasus Tentang Konflik Penguasaan Hak Atas Tanah Antara PT.Ciputra Surya Tbk. Dan Warga Perdukuhan Sepat Lidah Kulon Surabaya Tahun 2008-2012)

ADHI MURTI CITRA AMALIA H., 070810418 (2012) KONFLIK WADUK SEPAT (Studi Kasus Tentang Konflik Penguasaan Hak Atas Tanah Antara PT.Ciputra Surya Tbk. Dan Warga Perdukuhan Sepat Lidah Kulon Surabaya Tahun 2008-2012). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-adhimurtic-21332-10.abs-k.pdf

Download (109kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-adhimurtic-21332-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kasus-kasus pembebasan lahan di Indonesia selalu menjadi topik yang hangat dibicarakan oleh masyarakat, karena sering kali menyisakan konflik yang berkepanjangan di dalamnya. Salah satu contoh yang sedang hangat dibicarakan oleh publik adalah kasus pembebasan lahan di Waduk Sepat yang menjadi konflik antara pengembang yaitu PT. Ciputra Surya Tbk., dengan masyarakat setempat yaitu warga Perdukuhan Sepat Lidah Kulon Surabaya. Penelitian ini difokuskan kepada latar belakang konflik yang meliputi sejarah konflik dan penyebab konflik, serta pola perlawanan yang dilakukan masyarakat setempat terhadap pengembang dalam rangka mempertahankan waduk agar tetap menjadi milik masyarakat umum. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pengamatan (observasi) dan wawancara, serta memperhatikan data sekunder seperti data monografi kelurahan dan berita dari internet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kasus ini terjadi karena adanya perbedaan pandangan dari pihak pengembang Citraland dan warga setempat terhadap status lahan waduk. Pengembang melihat penguasaan lahan secara de jure melalui surat kepemilikan legal yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) yang mereka miliki, sedangkan masyarakat sekitar memandang penguasaan lahan secara de facto, berdasarkan nilai sejarahnya bahwa waduk dibuat atas swadaya warga di masa lampau. Penyebab dari konflik ini dibagi menjadi tiga lingkup besar, yakni masalah lingkungan, nilai sejarah, serta kesejahteraan sosial. Pola perlawanan masyarakatnya menggunakan perlawanan terselubung dan terbuka. Bentuk perlawanan terselubung dengan sikap sinis, waspada, curiga terhadap orang luar, dan lain-lain. Sedangkan bentuk perlawanan terbuka dengan unjukrasa, hearing ke DPRD Surabaya, penanaman pohon, dan lain sebagainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.ANT.15/12 Adh k
Uncontrolled Keywords: LAND CONFLICT
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
ADHI MURTI CITRA AMALIA H., 070810418UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBambang Budiono, Drs. , M.S.,M. SosioUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 19 Nov 2012 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 03:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15291
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item