OPTIMALISASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT-OBATAN JENIS INJEKSI PADA INSTALASI FARMASI RSUD KERTOSONO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC (ALWAYS BETTER CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY)

RAFIKA NOVANTARA, 040710617 (2012) OPTIMALISASI PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT-OBATAN JENIS INJEKSI PADA INSTALASI FARMASI RSUD KERTOSONO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC (ALWAYS BETTER CONTROL) DAN EOQ (ECONOMIC ORDER QUANTITY). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-novantarar-23539-b-97-12--k.pdf

Download (377kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-novantarar-19919-b97-12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (5MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Persediaan memegang peranan yang penting pada rumah sakit. Investasi persediaan yang bernilai tinggi memerlukan pengelolaan yang tepat untuk menekan biaya-biaya yang timbul dari persediaan tersebut. Selain terkait biaya, persediaan juga memegang peranan penting karena berhubungan dengan pelayanan kepada pasien. Pengelolaan yang tidak tepat selain menyebabkan pemborosan juga dapat mengganggu pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengendalian persediaan obatobatan jenis injeksi pada instalasi farmasi RSUD Kertosono. Pengendalian persediaan pada obat-obatan jenis injeksi ini penting karena obat-obatan ini memiliki perputaran cepat. Penelitian ini menggunakan metode ABC (Always Better Control) dan EOQ (Economic Order Quantity). Metode ABC digunakan untuk menentukan prioritas pengawasan mengingat nilai investasi obat yang berbeda-beda sedangkan metode EOQ digunakan untuk mengetahui jumlah pemesanan yang optimal untuk obat-obatan jenis injeksi. Data-data yang digunakan adalah data persediaan obat-obatan injeksi periode 2010/2011. Penelitian pada instalasi farmasi RSUD Kertosono ini menunjukkan bahwa pihak instalasi farmasi hanya menggunakan pengalaman saja dalam pengadaan obat-obatan, tidak ada perencanaan khusus tentang pengadaan obatobatan sehingga terjadi pemborosan pada biaya persediaan. Setelah aplikasi metode ABC diperoleh hasil: golongan A pada obat-obatan jenis injeksi berjumlah 10 item, golongan B berjumlah 15 item, dan golongan C berjumlah 24 item. Setelah diketahui prioritas pengawasan, selanjutnya dihitung biaya persediaan dengan menggunakan metode yang dipakai rumah sakit saat ini yaitu Rp 11.878.353. Kemudian setelah dilakukan optimalisasi dengan metode EOQ biaya persediaan yang dihasilkan adalah Rp 9.423.360. Dari hasil tersebut diketahui bahwa dengan menggunakan metode EOQ dapat diperoleh efisiensi sebesar 20,67%.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B 97/12 Nov o.
Uncontrolled Keywords: COST CONTROL
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA1-418.5 Medicine and the state > RA399 Regulation of medical practice. Evaluation and quality control of medical care. Medical audit
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RAFIKA NOVANTARA, 040710617UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorYetty Dwi Lestari, SE.,MTUNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 05 Apr 2012 12:00
Last Modified: 21 Jul 2016 02:19
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1532
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item