RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA PASAR KEPUTRAN SURABAYA TERHADAP KEBIJAKAN PENATAAN KOTA OLEH PEMERINTAH KOTA SURABAYA

Larasati Sukma Wardhani, 070710157 (2012) RESISTENSI PEDAGANG KAKI LIMA PASAR KEPUTRAN SURABAYA TERHADAP KEBIJAKAN PENATAAN KOTA OLEH PEMERINTAH KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-wardhanila-23972-abstract.pdf

Download (321kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-wardhanila-20315-p.3512-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (788kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kegiatan Pedagang Kaki Lima merupakan usaha perdagangan sektor informal yang perlu diberdayakan guna menunjang pertumbuhan perekonomian masyarakat dan sekaligus sebagai salah satu pilihan dalam penyediaan barang dagangan yang dibutuhkan oleh masyarakat dengan harga relatif terjangkau. Dan Pasar Keputran adalah pasar tradisional yang terletak di kecamatan Tegalsari, kelurahan keputran Surabaya, dimana pasar tradisional keputran menyediakan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari bagi masyarakat seperti beras, sayur dan buah. Dari hari ke hari keberadaan Pasar Keputran Surabaya menjadi tumpuan masyarakat sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan, karena berkonsep sebagai pasar tradisional, bahan-bahan kebutuhan yang dijual disana berharga sangat terjangkau, dan lambat laun Pasar keputran menjadi ramai, aktifitas bertambah, tidak hanya pembeli yang memadati pasar, muncul pedagang-pedagang baru yang ikut menempati pasar Keputran. Dan dari bertambahnya pedagang dan pembeli itu, jumlah barang dari waktu ke waktu juga ikut bertambah, harga barang semakin bersaing, dan Pasar keputran semakin ramai, hingga pedagang mulai menempati bagian luar pasar karena padatnya aktifitas di dalam pasar. Beberapa pihak yang mengamati hal tersebut yang akhirnya mempunyai pandangan lebih untuk turut mengelola, berpikiran untuk membuka ruang baru yang lebih terbuka dan luas. Mereka menyediakan lapak dagang seperti di dalam pasar hanya letaknya berada di pinggir jalan raya keputran juga di pedestrian yang disediakan bagi pejalan kaki. Barang dagangan yang datang juga bertambah jumlahnya, dari puluhan kilogram, menjadi ratusan kilogram, dan kini pengangkutannya juga berubah dari becak menjadi truk. Pergantian dan pertambahan aktifitas itu juga diikuti bongkar muat dagangan, dimana bongkar muat dagangan adalah ciri yang khas dari Pasar Induk dan hal tersebut tidak sesuai diberlakukan di area pasar tradisional seperti pasar Keputran. Karena perubahan-perubahan fungsi Pasar Keputran, dari pasar tradisional menjadi pasar induk, secara otomatis fungsi jalan raya di sekitar Pasar juga berubah, akses pengguna jalan tidak terpenuhi, kepadatan disana-sini terlihat, keemacetan dan kesemrawutanpun tak dapat dihindari oleh banyak pihak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 P.35/12 War r
Uncontrolled Keywords: MARKET ; MARKETEER
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GF Human ecology. Anthropogeography > GF125 Cities. Urban geography
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races > HT101-395 Urban groups. The city. Urban sociology > HT165.5-169.9 City planning
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Larasati Sukma Wardhani, 070710157UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Prasetyo, Dr., Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 18 Jun 2012 12:00
Last Modified: 13 Sep 2016 05:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15391
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item