WACANA SUPERHERO TRANSGENDER DALAM FILM MADAME X (Critical Discourse Analysis Terhadap Superhero Transgender Dalam Film Madame X)

AJENG TRIWULANDARI, 070710105 (2012) WACANA SUPERHERO TRANSGENDER DALAM FILM MADAME X (Critical Discourse Analysis Terhadap Superhero Transgender Dalam Film Madame X). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-triwulanda-24067-abstract.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2012-triwulanda-20427-fis.k.01-wFULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang wacana superhero transgender dalam Film Madame X. Identitas transgender yang didefinisikan secara berbeda mengakibatkan pemaknaan berbeda pula. Media massa dan masyarakat turut serta mengkonstruksi identitas transgender melalui produk yang direpresentasikan oleh produsen. Selain itu Negara ikut melegitimasi keberadaan dan representasi transgender melalui Lembaga Sensor Film (LSF), dibuktikkan dengan lolos sensornya film-film yang mengangkat tema sama yaitu transgender. Madame X merupakan sebuah film yang bertujuan untuk menghibur para penonton dengan sindiran-sindiran yang bertema sosial, seksualitas, politik, sosialita dan berbagai hal menarik lainnya. Madame X sebagai film komersial mewacanakan transgender secara berbeda dari budaya dominan yang selama ini dikonstruksi oleh media dan masyarakat. Penggambaran transgender sebagai superhero dinilai mampu mendekonstruksi identitas transgender yang selama ini direpresentasikan oleh media massa. Hasil dari penelitian ini adalah Film Madame X melalui diskursus superhero transgender, peran superhero telah mendekonstruksi stereotype yang selama ini men-jugde transgender. Meskipun terdapat beberapa stereotype yang masih direpresentasikan, dikarenakan semata-mata untuk menggambarkan kehidupan transgender yang fabulous. Madame X masih menjabarkan mengenai kehidupan transgender yang penuh dengan diskriminasi terhadap kelompok minoritas tersebut, tetapi ini merupakan upaya resistensi untuk menghancurkan stereotype dan diskriminasi terhadap identitas transgender yang diproduksi oleh budaya dominan. Budaya dominan tersebut tumbuh subur di masyarakat dan mendapat legitimasi oleh media massa yang memanfaatkan kondisi tersebut untuk mendapatkan keuntungan. Resistensi dilakukan oleh kreator Film Madame X, yaitu Lucky Kuswandi sebagai sutradara dan Nia Dinata sebagai produser Film Madame X. Kalyana Shira Films, Lucky Kuswandi, dan Nia Dinata memiliki power signifikan terhadap konstruksi superhero transgender. Tidak hanya itu pula, bahwa Madame X merupakan satu-satunya produksi Kalyana Shira Films yang lolos sensor. Dimaknai bahwa identitas transgender dilegitimasi oleh Negara melalui Lembaga Sensor Film, sehingga wajar jika transgender dipolitisasi dan dikomodifikasi, tidak lain dikarenakan kepentingan ekonomi kapitalis yang berasaskan market.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.K.01/12 Tri w
Uncontrolled Keywords: FILM CRITICISM
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1993 Motion Pictures
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
AJENG TRIWULANDARI, 070710105UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKandi Aryani Suwito, S. Sos., MAUNSPECIFIED
Depositing User: mrs hoeroestijati beta
Date Deposited: 28 Jun 2012 12:00
Last Modified: 14 Sep 2016 04:13
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15405
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item