PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA DI KOTA SURABAYA TERHADAP BENTUK-BENTUK KEKERASAN SETELAH MENONTON PROGRAM BERITA TELEVISI

RETNO DEWI YULIANTI, 070915096 (2013) PERSEPSI IBU RUMAH TANGGA DI KOTA SURABAYA TERHADAP BENTUK-BENTUK KEKERASAN SETELAH MENONTON PROGRAM BERITA TELEVISI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-yuliantire-28458-7.abstr-k.pdf

Download (287kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
Fis.K. 79-13 Yul p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini membahas tentang persepsi ibu rumah tangga di Kota Surabaya terhadap bentuk-bentuk kekerasan setelah menonton program berita televisi. Persepsi yang dimaksudkan yaitu pada hasil efek terpaan pesan televisi. Penelitian ini menjadi menarik untuk diteliti karena pesan televisi bukan satu-satunya yang mempengaruhi pembentukan perilaku khalayak. Walau televisi masih menjadi sumber informasi utama bagi masyarakat di Indonesia. Untuk itu ada dua rumusan masalah pada penelitian ini yaitu pertama apakah persepsi ibu rumah tangga di Kota Surabaya mengenai bentuk-bentuk kekerasan sama dengan tayangan berita di televisi. Kedua, apakah terjadi efek kultivasi pada penonton tayangan kekerasan. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini adalah melalui pendekatan kuantitatif dan tipe deskriptif dengan tujuan menguji teori kultivasi. Teori kultivasi menyatakan bahwa semakin banyak waktu seseorang dihabiskan untuk menonton televisi maka semakin besar seseorang menganggap bahwa realitas sosial sama dengan yang digambarkan di televisi. Penelitian ini menggunakan metode seperti yang dilakukan oleh Garbner yaitu dengan analisis isi berita televisi, lalu mengkorelasikan index kejahatan, kemudian mengkomparasikan dengan survey pada audience yang telah digolongkan menjadi penonton berat (heavy viewers) dan penonton ringan (light viewers). Hasil penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa persepsi ibu rumah tangga baik penonton berat (heavy viewers) dan penonton ringan (light viewers) terhadap bentuk-bentuk kekerasan sama seperti berita televisi. Padahal isu-isu kekerasan pada index kejahtan tidak sebesar tayangan berita televisi. Uniknya, tidak semua efek kultivasi terjadi pada penonton berat (heavy viewers). Efek kultivasi yang terjadi pada kedua kategori penonton adalah hasil dari proses kultivasi yaitu resonance.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.K. 79/13 Yul p
Uncontrolled Keywords: VIOLENCE; TELEVISION BROADCASTING
Subjects: P Language and Literature > P Philology. Linguistics > P87-96 Communication. Mass media
P Language and Literature > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
RETNO DEWI YULIANTI, 070915096UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorYuyun W I Surya, S.Sos., MAUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 28 Nov 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 03:44
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15659
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item