TAMPILAN MASKULIN DALAM VIDEO KLIP SUPER JUNIOR 'Mr. SIMPLE' DAN 'NO OTHER'

GITA NOVIASARI, 070915070 (2013) TAMPILAN MASKULIN DALAM VIDEO KLIP SUPER JUNIOR 'Mr. SIMPLE' DAN 'NO OTHER'. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-noviasarig-28319-6.abstr-k.pdf

Download (249kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
Fis.K. 59-13 Nov t.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

“Hallyu” atau "Korean Wave" adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia, atau secara singkat mengacu pada globalisasi budaya Korea. Fenomena ini diikuti dengan banyaknya perhatian terhadap produk Korea. Salah satu produk budaya yang dibawa oleh Korean Wave adalah boyband. Boyband yang dipilih adalah Super Junior. Topik ini unik dan menarik untuk diteliti karena keberadaan boyband Super Junior sebagai agen representatif maskulin dari Korea menawarkan konsep-konsep maskulin yang tidak memiliki kualifikasi maskulinitas tradisional. Mereka tidak segan-segan menggunakan make up, mengatur tatanan rambut, bahkan menggunakan pakaian-pakaian berwarna terang atau ngejreng. Peneliti tertarik untuk menggunakan video klip boyband Super Junior karena Super Junior merupakan Global Hallyu Star atau boyband yang membawa pengaruh paling besar pada terjadinya Hallyu di berbagai negara. Peneliti menggunakan analisis semiotika milik Barthes. Peneliti akan menganalisis keseluruhan tanda maskulinitas yang muncul di dalam kedua video klip Super Junior yang berjudul Mr. Simple dan No Other. Peneliti melihat fashion, aksesoris, make up, haircut, setting dan interkasi yang dilakukan anggota Super Junior sebagai visual appereance yang memudahkan peneliti untuk menganalisis tampilan maskulin dalam video klip Mr. Simple dan No Other. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa maskulinitas yang dikonstruksi oleh Super Junior merupakan gabungan antara konsep feminine (ditunjukkan melalui kepedulian terhadap orang lain dan make up), new man (ditunjukkan melalui pakaian yang digunakan), dan maskulin tradisional (ditunjukkan melalui konsep dominasi dan bentuk tubuh yang berotot). Konsep tersebut menciptakan terminology baru mengenai konsep maskulinitas baru yaitu ubersexual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.K. 59-13 Nov t
Uncontrolled Keywords: MASCULINITY
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
N Fine Arts > N Visual arts (General) For photography, see TR
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
GITA NOVIASARI, 070915070UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorAndria Saptyasari, S.Sos., MAUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 22 Nov 2013 12:00
Last Modified: 30 Aug 2016 06:30
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15663
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item