Kesenjangan Digital (Digital Divide) pada Kalangan Penyandang Tunanetra di Pertuni Surabaya

NURUL JANAH, 070916087 (2013) Kesenjangan Digital (Digital Divide) pada Kalangan Penyandang Tunanetra di Pertuni Surabaya. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-janahnurul-28510-7.abstr-k.pdf

Download (266kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
Fis.IIP. 62-13 Jan k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Kesenjangan digital adalah suatu fenomena yang terjadi seiring dengan perkembangan media teknologi informasi dan komunikasi. Kesenjangan digital yang juga terjadi pada kalangan penyandang tunanetra di Pertuni Surabaya sudah tentu akibat dari kemudahan penyandang tunanetra untuk dapat menggunakan media handphone, komputer atau laptop yang telah dapat diinstal oleh software pembaca layar sehingga memudahkan penyandang tunanetra dalam penggunaannya. Namun dari kemudahan penyandang tunanetra dalam menggunakan media teknologi informasi dan komunikasi tersebut tidak diimbangi dengan adanya fasilitas media teknologi informasi dan komunikasi yang dapat digunakan oleh penyandang tunanetra di Pertuni Surabaya. Berdasarkan hal tersebut kemudian peneliti ingin mengetahui bagaimana kondisi kesenjangan digital yang terjadi pada kalangan tunanetra yang selama ini masih belum banyak diteliti, serta bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan digital tersebut. Menggunakan metode kuantitatif dengan tipe penelitian deskriptif, serta teknik pengambilan sampel menggunakan teknik acak sederhana diharapkan dapat menggambarkan kondisi kesenjangan digital pada kalangan penyandang tunanetra di Pertuni Surabaya dengan mengetahui tingkat penggunaan serta pengaksesan internet, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya berdasarkan bagaimana faktor kesenjangan digital secara global dan sosial. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti adalah kesenjangan digital terjadi pada kalangan penyandang tunanetra di Pertuni Surabaya terjadi akibat faktor pendidikan, kurangnya infrastruktur telekomunikasi dan informasi yang ada, serta faktor psikologis. Ketiga faktor tersebut pada dasarnya saling berhubungan yang mana faktor pendidikan berhubungan dengan pangadaan pelatihan penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi serta pengembangan diri yang dilakukan secara mandiri oleh penyandang tunanetra namun tidak diimbangi dengan infrastruktur telekomunikasi dan informasi yang memadai akan berpengaruh pada faktor psikologi penyandang tunanetra itu sendiri.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.IIP. 62/13 Jan k
Uncontrolled Keywords: DIGITAL DIVIDE
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV1551-3024 People with disabilities
T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering > TK7868.D5 Digital electronics and Electronic circuit design
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Creators:
CreatorsEmail
NURUL JANAH, 070916087UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKoko Srimulyo, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: sukartini sukartini
Date Deposited: 29 Nov 2013 12:00
Last Modified: 31 Aug 2016 03:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15689
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item