REPRESENTASI IDENTITAS REMAJA LAKI-LAKI MELALUI PENGGUNAAN FASHION

PATRISIA AMANDA PASCARINA, 071015054 (2014) REPRESENTASI IDENTITAS REMAJA LAKI-LAKI MELALUI PENGGUNAAN FASHION. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-pascarinap-33307-6.abstr-k.pdf

Download (248kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15766.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini fokus pada konstruksi identitas remaja laki-laki pengunjung mall dilakukan melalui simbol-simbol yang terdapat pada fashion dan praktik berbusana mereka. Mall yang dijadikan tempat pengambilan objek penelitian adalah Tunjungan Plaza Surabaya yang merupakan mall terbesar di Jawa Timur yang memiliki segmentasi pengunjungnya adalah dari kalangan menengah ke atas. Masa remaja merupakan suatu periode dalam perkembangan individu dimana mereka harus menetapkan identitas dirinya atau sebuah masa mencari jati diri. Pakaian yang merupakan objek konsumsi, menjadi penanda identitas mereka dibanding karakter psikis, emosional ataupun penanda fisik pada tubuh mereka. Busana, pakaian, kostum, dan dandanan adalah bentuk komunikasi artifaktual (artifactual communication). Fashion, pakaian atau busana menyampaikan pesan-pesan non-verbal, maka ia termasuk dalam kegiatan komunikasi dan dapat disalurkan untuk menampakkan identitas diri. Fashion adalah gaya dan kebiasaan yang lazim pada waktu tertentu. Dalam penggunaan yang paling umum bagaimanapun, "mode" menggambarkan gaya pakaian yang populer. Mall kemudian dijadikan sebagai social setting. Mall merupakan konvergensi dari dua bentuk budaya, yaitu budaya sebagai way of life, dan budaya sebagai seni, yang mana bentuk kedua ini disebut sebagai high culture. Tinjauan pustaka yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes dalam Sobur mengungkapkan bahwa Semiotik adalah ilmu mengenai bentuk (form). Studi ini mengkaji signifikasi yang terpisah dari isinya (content). Semiotika Barthes tidak hanya meneliti mengenai signifier dan signified, tetapi juga hubungan yang mengikat tanda, dan berhubungan secara keseluruhan dan dapat digunakan untuk meneliti teks di mana tandatanda terkandung dalam sebuah sistem. Teks yang dianalisis adalah gambar/foto remaja laki-laki pengunjung Tunjungan Plaza Surabaya. Teks tersebut dianalisis dengan menggunakan peta tanda Barthes yang kemudian akan mengungkapkan fashion bagi remaja laki-laki merupakan sebuah gaya berbusana yang dapat membedakan mereka dari satu golongan dengan golongan yang lain dan dapat mencitrakan diri mereka sebagai seseorang yang maskulin namun tetap nyaman ketika digunakan dan masih terlihat modis.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis. K. 81/14 Pas r
Uncontrolled Keywords: SEMIOTICS; FASHION; MASCULINE
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ503-1064 The family. Marriage. Home > HQ799.5-799.9 Young men and women
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Komunikasi
Creators:
CreatorsEmail
PATRISIA AMANDA PASCARINA, 071015054UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKandi Aryani Suwito, , S.Sos., MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 24 Sep 2014 12:00
Last Modified: 11 Jun 2017 22:24
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15766
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item