MAKNA MENGAJAR BAGI GURU DALAM PENDIDIKAN INKLUSI (Suatu Pendekatan Fenomenologi Tentang Peran Guru Dalam Mengembangkan Literasi Informasi Siswa Pada Pendidikan Inklusi Di SMPN 29 Surabaya)

ELDANIA ASRI DELIANA, 071016076 (2014) MAKNA MENGAJAR BAGI GURU DALAM PENDIDIKAN INKLUSI (Suatu Pendekatan Fenomenologi Tentang Peran Guru Dalam Mengembangkan Literasi Informasi Siswa Pada Pendidikan Inklusi Di SMPN 29 Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-delianaeld-33921-6.abstr-k.pdf

Download (101kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
106.gdlhub-gdl-s1-2014-delianaeld-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pendidikan inklusi merupakan sebuah solusi dari persamaan hak dalam memperoleh pendidikan yang bermutu. Pada dasarnya pendidikan inklusi merupakan sebuah pendidikan dimana anak reguler dan anak berkebutuhan khusus bersekolah dalam satu sekolah yang sama. Salah satu sekolah menengah pertama penyelenggara pendidikan inklusi yang pertama di Surabaya adalah SMPN 29 Surabaya. Berbicara tentang sekolah tak pernah lepas dari peran seorang guru. Guru pada pendidikan inklusi memiliki tanggung jawab yang lebih besar sebab mendidik siswa reguler dan berkebutuhan khusus. Dengan adanya peran guru pada institusi pendidikan inklusi peneliti tertarik untuk mengetahui makna mengajar bagi guru dalam pendidikan inklusi. Penelitian ini digunakan teori Fenomenologi Alfred Schutz dan Edmund Husserl serta konsep literasi informasi. Teknik penentuan informan menggunakan snowball sampling dengan key person seorang guru PLB. Metode yang digunakan metode kualitatif fenomenologi. Setiap guru memiliki makna mengajar yang berbeda-beda, hal tersebut tergantung pada pengalaman hidup, maksud, dan kesadaran. Makna mengajar bagi guru terbagi atas makna menurut guru objektif dan menurut guru subjektif. Menurut guru subjektif merupakan sebuah gugur kewajiban semata tanpa didasari oleh keinginan hati yang tulus dan menurut guru objektif mengajar didasari oleh keinginan yang tulus dan menjadi dasar untuk mengembangkan kemampuan siswanya baik yang berkebutuhan khusus maupun reguler. Berdasarkan makna yang muncul, kemampuan anak terutaman literasi informasi akan lebih unggul jika ditangani oleh guru objektif yang mengajar karena dorongan dari hati yang terdalam.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS. IIP. 66/14 Del m
Uncontrolled Keywords: TEACHING; INCLUSIVE EDUCATION
Subjects: L Education > LC Special aspects of education
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
ELDANIA ASRI DELIANA, 071016076UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorEndang Gunarti, Dra. ,M.I.komUNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 14 Nov 2014 12:00
Last Modified: 19 Aug 2016 11:08
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15783
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item