Konstruksi Sosial Perempuan dalam Mengikuti Bela Diri (Studi Deskriptif Tentang Makna Bela Diri Bagi Perempuan serta Masyarakat dalam Melihat Perempuan yang Mengikuti Bela Diri Persaudaraan Setia Hati Terate di Universitas Negeri Surabaya)

ADINDA ALIEDA ISYUNANTO, 071014039 (2014) Konstruksi Sosial Perempuan dalam Mengikuti Bela Diri (Studi Deskriptif Tentang Makna Bela Diri Bagi Perempuan serta Masyarakat dalam Melihat Perempuan yang Mengikuti Bela Diri Persaudaraan Setia Hati Terate di Universitas Negeri Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-isyunantoa-34304-6.abstr-k.pdf

Download (136kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
169.gdlhub-gdl-s1-2014-isyunantoa-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (902kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya realitas sosial mengenai perempuan dalam bidang olahraga bela diri. Pada olahraga bela diri, merupakan olahraga yang penuh kekuatan fisik karena terdapat materi seperti bantingan, pukulan, tendangan dan lain sebagainya. Dalam olahraga bela diri sendiri juga tidak hanya merupakan latihan fisik atau aerobik biasa, tapi juga mengandung pelajaran tentang prinsip bertarung. Selain itu, perempuan pada budaya masyarakat Indonesia masih ditempatkan pada peran domestik dan dalam ruang lingkup feminine. Fokus penelitian ini ialah untuk melihat konstruksi sosial masyarakat serta perempuan yang menggeluti dunia bela diri di organisasi olahraga bela diri PSHT ranting Unesa. Untuk menganalisisnya menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teknik pengambilan informan menggunakan teknik snowball sampling. Teknik pengambilan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menemukan bahwa makna bela diri pada perempuan pada latar belakang keluarga yang pernah mengikuti silat adalah sebagai sarana untuk melindungi diri. Sedangkan pada perempuan yang pada latar belakang keluarganya kurang mendukung mereka memaknainya sebagai sarana untuk berprestasi. Selain itu konstruksi sosial pada masyarakat di dalam organisasi mengenai perempuan dalam mengikuti olahraga bela diri melihat hal yang wajar dan merupakan pilihan yang tepat. Sedangkan untuk masyarakat di luar organisasi melihat sebagai hal yang tidak biasa dilakukan oleh perempuan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS. S. 49/14 Isy k
Uncontrolled Keywords: SOCIAL CONSTRUCTION; MARTIAL ARTS
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1106-1171 Interpersonal relations. Social behavior
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
ADINDA ALIEDA ISYUNANTO, 071014039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEmy Susanti, Prof. Dr. ,MA.UNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 12 Dec 2014 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 10:34
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15855
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item