METAL SATU JARI (Studi Deskriptif Mengenai Metal Satu Jari sebagai Counterculture terhadap Metalhead Mainstream di Jakarta)

DYAN SAFITRI, 071017039 (2014) METAL SATU JARI (Studi Deskriptif Mengenai Metal Satu Jari sebagai Counterculture terhadap Metalhead Mainstream di Jakarta). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2014-safitridya-34567-5.abstr-k.pdf

Download (280kB) | Preview
[img] Text (fulltext)
fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang masih menjunjung tinggi budaya dan kepribadian Timur. Dewasa ini, globalisasi telah dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Dengan masuknya globalisasi, kebudayaan populer pun berkembang. Kebudayaan populer merupakan kebudayaan yang menjadikan orang atau kelompok masyarakat cenderung menyukai inovasi baru, seperti mode, hiburan, fasilitas, jasa, serta jenis-jenis aktivitas yang bersifat komersial dan trend. Inovasi baru yang diciptakan masyarakat menyebabkan lahirnya sebuah subkultur yang mengadopsi budaya Eropa, yaitu metal. Metal menjadi sebuah fenomena dewasa ini. Ketidaksesuaian metal dengan kepribadian Timur bangsa Indonesia melatarbelakangi lahirnya counterculture metal satu jari. Metal satu jari menjadi penentang musik metal yang beraliran setan. Bentuk penolakan mereka direfleksikan ke dalam beberapa tindakan khas, salah satunya yang paling terkenal adalah dengan mengubah penggunaan simbol metal yang awalnya dua jari, menjadi simbol dengan satu jari yang menggunakan jari telunjuk saja. Metal satu jari mengarah pada suatu kebenaran agama, dengan memasukan unsur agama Islam ke dalam musik metal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menghasilkan sebuah laporan deskripsi. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu observasi, wawancara, menelaah dokumen, dan menganalisis secara teoritis. Penelitian yang memfokuskan masalah mengenai “Bagaimana counterculture metal satu jari terhadap metalhead mainstream?” ini menghasilkan kesimpulan bahwa metal satu jari melakukan counterculture terhadap metalhead mainstream dengan cara mengubah beberapa gaya hidup mereka, simbol-simbol yang digunakan serta makna di dalamnya, lirik lagu, ritual, namun masih tetap mempertahankan beberapa unsur dalam metalhead mainstream, seperti atribut yang dikenakan serta makna di dalamnya, musik, serta beberapa ideologi seperti antikemapanan dan antimiliter. Translation: Indonesian people is a society that still uphold the culture and personality of the East. Today, globalization has been felt by the people of Indonesia. With the influx of globalization, popular culture is growing. Popular culture is a culture that makes people or groups of people tend to like new innovations, such as fashion, entertainment, facilities, services, and the types of commercial activity and trends. New innovations are created communities led to the birth of a subculture that adopt European culture, namely metal. Metal become a phenomenon these days. Incompatibility of metal with the East personality of Indonesian behind the birth of counterculture metal satu jari. Metal satu jari become opponents of metal music that has Satanism. Their refusal reflected in some typical actions, one of the most famous of which is to change the use of metal symbols are initially two fingers, into a symbol with one finger using the index finger alone. Metal satu jari leads to a religious truth, by incorporate elements of Islam into metal music. This study used a qualitative research method that generates a report description. This research was carried out in several stages, that is observation, interviews, review documents, and analyzed theoretically. The research focuses on the problem "How counterculture metal satu jari against the mainstream metalhead?" Led to the conclusion that the metal satu jari do the counterculture against the mainstream metalhead by changing some of their lifestyle, the symbols used and the meaning in it, the lyrics of the song, ritual , but still retaining some elements of the mainstream metalheads, like attributes are worn and meaning on it, the music, and some ideologies such as antiestablishment and anti-military.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS. ANT. 46/14 Saf m
Uncontrolled Keywords: COUNTERCULTURE
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
DYAN SAFITRI, 071017039UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPudjio Santoso, Drs. ,M.SosioUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 29 Dec 2014 12:00
Last Modified: 21 Sep 2016 08:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15932
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item