SOLIDARITAS KEHIDUPAN PENAMBANG BELERANG TRADISIONAL DI KAWAH IJEN Studi Pada Penambang Belerang Tradisional Kawah Ijen

BRIAN SYAH PUTRA, 071114032 (2015) SOLIDARITAS KEHIDUPAN PENAMBANG BELERANG TRADISIONAL DI KAWAH IJEN Studi Pada Penambang Belerang Tradisional Kawah Ijen. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-putrabrian-35859-5.abstr-k.pdf

Download (317kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15948.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti dengan realitas yang terjadi, dimana awal mula peneliti tertarik untuk mengangkat topik skripsi tentang Realitas Kehidupan Penambang Belerang Tradisional (Studi Pada Penambang Belerang Kawah Ijen) ketika peneliti melihat secara langsung keadaan penambang belerang yang sedang bekerja mengangkut belerang di Kawah Ijen dengan resiko yang tinggi. Setiap kali bekerja penambang selalu ditemani dengan berbagai resiko yang sewaktuwaktu dapat terjadi, seperti kematian, asap belerang, tergelincir, jatuh, dan resiko lainnya. Situasi ini didukung oleh struktur geografis tempat dimana penambang bekerja seperti jalan licin, berbatu, terjal, sempit, serta minim pengamanan. Dari latar belakang tersebut, penelitian ini memilih penambang belerang Kawah Ijen sebagai informan. Untuk menganalisa realitas yang terjadi peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori solidaritas sosial menurut Emile Durkheim dan teori pilihan rasional menurut James S. Coleman sebagai alat analisis dalam penelitian ini. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme, karena paradigma ini tertuju pada konstruksi dari subyek penelitian yaitu penambang belerang. Dalam penelitian ini, informan menyatakan bahwa realitas kehidupan sebagai penambang belerang merupakan sebuah rutinitas yang harus dijalani dengan berbagai macam resiko. Hal ini dilakukan karena menjadi penambang belerang merupakan satu-satunya harapan untuk dapat bertahan hidup. Selain itu, penambang belerang juga memperoleh pengalaman menarik yang berhubungan dengan pekerjaan mereka. Jika ditinjau dari teori Emile Durkheim, penambang belerang mempraktekkan dua jenis solidaritas, yaitu mekanis dan organis. Penambang mempraktekkan solidaritas mekanis ketika mereka telah melewati area kawah dan mempraktekkan solidaritas organis ketika mereka berada di area kawah. Hal ini dilakukan karena area kawah merupakan area dimana penambang belerang bersusah payah mendapatkan belerang yang ditemani oleh kepulan asap belerang yang pekat untuk kemudian ditukar dengan upah. Hal ini merupakan kondisi dimana penambang melakukannya sendirian tanpa saling membantu. Untuk teori pilihan rasional, penambang belerang mulai menggunakan pikiran rasionalnya dalam setiap tindakan yang berhubungan dengan baik dan buruk untuk mereka dan keluarganya. Tentunya hal tersebut di dukung oleh berbagai macam realitas yang ada di sekitar mereka.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis. S. 11/15 Put s
Uncontrolled Keywords: SULFUR MINERS
Subjects: H Social Sciences
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
BRIAN SYAH PUTRA, 071114032UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorDoddy S. Singgih, Drs.,M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 24 Feb 2015 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 21:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/15948
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item