EVALUASI PENERAPAN PENERBITAN KARTU ATM PADA KANTOR CABANG BANK �X� DI SURABAYA

LISTY FATMULIA, 040913325 (2012) EVALUASI PENERAPAN PENERBITAN KARTU ATM PADA KANTOR CABANG BANK �X� DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2012-fatmuliali-21370-5.abstr-i.pdf

Download (300kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Salah satu tuntutan nasabah yang akhir-akhir ini dirasakan semakin tinggi adalah proses pengelolaan kartu ATM antar kantor cabang dan unit kerja (interbranch transaction). Saat ini beberapa proses pengelolaan kartu hanya dapat dilayani di cabang asal pemilik rekening, yaitu proses Re-Issue PIN, Renewal Card, dan Request Card. Dengan adanya tuntutan perkembangan bisnis dan kebutuhan nasabah Bank X terhadap pelayanan kartu antar cabang, proses pengelolaan kartu di cabang dan unit kerja asal saat ini dinilai kurang efisien. Tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian, Bank ‘X’ melakukan suatu terobosan baru demi merespon hal tersebut dengan menyediakan layanan pengelolaan kartu di cabang dan unit kerja lain. Bagi nasabah yang akan melakukan Request Card, Renewal Card maupun Re-Issue PIN, dapat dilakukan di Cabang dan unit kerja mana saja (tidak harus di Cabang atau unit kerja asal).Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dengan metode studi kasus dengan satu objek penelitian, yaitu Bank “X” di Surabaya. Selama ini operational information system yang digunakan Kantor Cabang Bank “X” yang diterapkan selama ini kurang efektif, Sebab disaat pembukaan rekening hanya bisa dilakukan melalui sistem aplikasi BRINET. Kemudian pada saat pembuatan ATM, customer service harus pindah jaringan melalui aplikasi Web Banking Service (WBS) dan aktivasi kartu nasabah melalui menu card service pada EDC. Tetapi sebelum nasabah dibuatkan ATM, pembukaan rekening harus diaktifkan melalui approval di menu Supervisior, dan setelah approval tersebut buku tabungan harus dicetak buku tabungannya, dan disetorkan dahulu melalui teller. Maka, setelah proses itu selesai, permintaan ATM baru bisa dilakukan melalui menu WBS yang di input oleh customer service. Kemudian saat kartu ATM sudah direquestkan, customer service konfirmasi dahulu ke Supervisior untuk memberikan approval pada kartu yang direquestkan tersebut. Setelah itu, customer service melakukan pengaktivasian kartu nasabah, dengan tahap menggesekkan kartu Customer service ke mesin EDC, kemudian supervisior memasukkan pasword ke mesin EDC tersebut, lalu kartu nasabah digesek dan dimasukkannya PIN ATM yang ingin digunakan oleh nasabah. Dari penjelasan tersebut maka perlu dipersingkatnya operational information system yang sudah diterapkan oleh Bank “X”. Selain itu, penulis juga mengusulkan rancangan berupa fisik kartu ATM yang berkulitas. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga segi efisensi dan efektivitas dalam pelaksanaan penerbitan kartu ATM dan fisik ATM, guna menghidari terjadinya pembobolan ATM melalui pin ATM.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 A.211/12 Fat e
Uncontrolled Keywords: AUTOMATED TELLERS
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5601 Accounting
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Akuntansi
Creators:
CreatorsEmail
LISTY FATMULIA, 040913325UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHendarjatno, Drs., M.Si, Ak.,UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 21 Nov 2012 12:00
Last Modified: 01 Aug 2016 03:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1598
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item