RITUAL GALUNGAN STUDI ETNOGRAFI MAKNA RITUAL GALUNGAN BAGI MASYARAKAT WONOMULYO, DESA GENI LANGIT, KECAMATAN PONCOL, KABUPATEN MAGETAN

YASINTA FATMAWATI, 071117043 (2015) RITUAL GALUNGAN STUDI ETNOGRAFI MAKNA RITUAL GALUNGAN BAGI MASYARAKAT WONOMULYO, DESA GENI LANGIT, KECAMATAN PONCOL, KABUPATEN MAGETAN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2015-fatmawatiy-38064-7.abstr-k.pdf

Download (286kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16016.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Ritual Galungan merupakan ritual peringatan hari meninggalnya seorang tokoh yang dihormati oleh masyarakat Wonomulyo yang bernama Ki Hadjar Wonokoso. Ritual Galungan yang ada pada masyarakat Wonomulyo menarik karena yang terlibat dalam ritual adalah masyarakat Wonomulyo memiliki perbedaan agama yaitu Islam dan Budha. Ritual Galungan ini dilakukan oleh masyarakat Wonomulyo yang tinggal di Dukuh Wonomulyo, Desa Geni Langit, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Ritual ini diberi nama Galungan karena dilaksanakan pada hari Selasa Wage, wuku Galungan pada sistem penanggalan Jawa. Terdapat berbagai kelengkapan upacara dalam pelaksanaan Ritual Galungan yang disebut uborampe, terdiri dari uborampe yang dibawa masing-masing peserta ritual dan yang dibuat secara bersama-sama. Setiap uborampe serta tatanan yang ada dalam ritual Galungan tersebut memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Wonomulyo. Untuk menganalisa makna dari Ritual Galungan bagi Masyarakat Wonomulyo digunakan Teori Simbolik Interpretatif dari Clifford Geertz. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa Ritual Galungan memiliki makna sosial dan makna spiritual. Makna sosial yang terdapat pada ritual Galungan adalah pelajaran nilai-nilai kehidupan yang terdapat dalam ritual yaitu: pembelajaran bagi masyarakat Wonomulyo agar selalu hidup rukun, saling menghormati, saling berbagi dan bertanggung jawab. Sedangkan makna spiritual dari Ritual Galungan adalah sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang disampaikan melalui Ki Hadjar Wonokoso, sebagai perantara Tuhan yang paling dekat dengan mereka. Namun pemaknaan tersebut disesuaikan dengan agama yang mereka anut masing-masing yaitu Islam dan Budha.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS. ANT. 32/15 Fat r
Uncontrolled Keywords: RITUAL; ETHNOGRAPHY
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
YASINTA FATMAWATI, 071117043UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Adi Prasetyo., Drs. M. SiUNSPECIFIED
Depositing User: Turwulandari
Date Deposited: 31 Aug 2015 12:00
Last Modified: 12 Jun 2017 22:31
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16016
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item