TINDIK PADA ANAK LAKI-LAKI DI BROMO-TENGGER (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo)

HABILLY KHATULISTIWA, 071014090 (2015) TINDIK PADA ANAK LAKI-LAKI DI BROMO-TENGGER (Studi Fenomenologi Pada Masyarakat Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-khatulisti-38295-6.abstr-k.pdf

Download (78kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2015-khatulisti-fulltext.pdf
Restricted to Registered users only

Download (706kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tubuh yang disematkan tindik yang paling banyak dikenal oleh kalangan masyarakat adalah di bagian bawah daun telinga, perhiasan yang disematkan di bagian tubuh tersebut biasa dinamakan dengan anting-anting. Praktik ini umumnya diterapkan oleh banyak budaya, dan perempuan yang mengenakannya secara umum. Di masyarakat Tengger anak laki-laki mengenakan tindik berdasarkan hitungan hari-hari tertentu menurut tanggalan Jawa. Adat tindik pada anak laki-laki di masyarakat Tengger di lakukan karena masyarakat Tengger masih kuat memegang teguh kuat tradisi yang diberikan para leluhur. Kemampuan mempertahankan adat istiadat ini memberikan pengaruh bagi kepatuhan mendalam orang Tengger terhadap warisan nilai masa lalu. Studi ini menggunakan penelitian fenomenologi sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. Alasan penulis menggunakan tradisi fenomenologi karena penulis berusaha mencari pemahaman tentang makna dari sebuah realitas berdasarkan pengalaman yang dilalui oleh manusia. Realitas yang dimaksud oleh penulis adalah pemaknaan tradisi tindik yang dilakukan oleh masyarakat Tengger Bromo. Studi ini berusaha mencari pemahaman tentang makna tradisi tindik bagi anggota masyarakat desa Ngadisari, Tengger Bromo, kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, dan bagaimana makna tersebut dihasilkan. Hasil dari penelitian ini bahwa tiap-tiap informan memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai tindik pada anak laki-laki di masyarakat di desa Ngadisari Bromo Tengger Namun dari semua informan dapat ditarik sebuah benang merah bahwa adat/tradisi tindik merupakan tradisi leluhur bromo yang di lakukan pada anak laki-laki yang kelahirannya di hari wage menurut tanggalan jawa yang sebenarnya mempunyai tujuan agar menjauhkan dari malapetaka, berupa watak anak yang keras, kesusahan dalam mencari rezeki,yang pada intinya bertujuan baik untuk masa depan anak

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS. S. 38/15 Kha t
Uncontrolled Keywords: PHENOMENOLOGY; PIERCING
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
HABILLY KHATULISTIWA, 071014090UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorKarnaji, S.Sos., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Yuliana Ariandini Ayuningtyas
Date Deposited: 15 Sep 2015 12:00
Last Modified: 13 Sep 2016 10:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16052
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item