REFERENSI KEHIDUPAN KOMUNITAS NU dan MUHAMMADIYAH DI PEDESAAN (Studi Kasus Referensi Kehidupan Komunitas NU Dan Muhammadiyah Di Desa Bakung Kecamatan Kanor, Bojonegoro)

AHMAD ABU DARIN, 070810386 (2013) REFERENSI KEHIDUPAN KOMUNITAS NU dan MUHAMMADIYAH DI PEDESAAN (Studi Kasus Referensi Kehidupan Komunitas NU Dan Muhammadiyah Di Desa Bakung Kecamatan Kanor, Bojonegoro). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-darinahmad-28623-7.abstr-k.pdf

Download (462kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-darinahmad-28623-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini berawal dari ketertarikan peneliti terhadap fenomena keagamaan yang tercermin dalam keberadaan dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia yaitu Muhammadiyah dan NU. keberadaan kedua organisasi ini telah banyak mewarnai kehidupan beragama masyarakat Indonesia yang pada satu saat bersifat kompetitif, konfliktual tetapi disatu sisi juga menunjukkan bentuknya yang asosiatif. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam bagaimana kedua organisasi ini memberikan referensi kehidupan kepada pengikutnya? Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bakung kecamatan Kanor, Bojonegoro metode penelitian menggunakan metode kulaitatif. Teknik pengambilan subyek menggunakan metode purposif artinya pemilihan informan didasarkan pada kapasitas yang dimiliki subyek dalam menuntun peneliti untuk mendapatkan jawaban atas masalah yang diangkat. Informan diambil dari kalangan pengikut NU dan Muhammadiyah. Pengertian pengikut merupakan orang yang secara organisasi berafiliasi atau setidaknya menjabat secara struktural dalam pengurusan NU maupun Muhammadiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa awal mula perbedaan diantara NU dan Muhammadiyah terletak pada bagaimana kedua organisasi ini mengambil hukum agama. Muhammadiyah bersikap skriptual artinya tidak ada perantara dalam memahami Qur’an dan hadits sedangkan untuk NU tetap mempertahankan jalur intelektual ulama yang bermuara kepada Nabi. Dengan perbedaan tersebut kemudian lahir-lahir perbedaan dalam beragama yang meliputi penolakan warga Muhammadiyah terhadap keberadaan orang suci yang mampu memberi berkah dan safaat yang oleh NU justru di yakini dan amini. Selain itu dalam bidang kerja dan oragnisasi juga ikut membentuk karakter dalam bekerja dan beroganisasi. Organisasi yang dibangun oleh NU lebih menggambarkan sebagai representasi dari hirarki orang sholeh dimana pengikutnya lebih terikat pada orang sholeh dari pada organisasinya sehingga menyebabkan NU secara stuktural pada tingkatan desa kurang mampu menghimpun modal untuk mengelola sebuah amal usaha. Amal usaha yang bercorak NU dikelola secara mandiri oleh tokoh suci berbeda sekali dengan Muhammadiyah yang mampu menghilangkan pesona orang suci sehingga mampu medistribusikan kebutuhan organisasi kepada setiap anggota oleh sebab itu Muhammadiyah di Desa secara organisasi lebih mampu membangun amal usaha daripada NU. dibidang kerja keberadaan orang suci dikalangan NU berperan untuk membujuk Tuhan terkait masalah hasil usaha sedangkan untuk kalangan Muhammadiyah hanya sedikit yang menyerupai kepercayaan orang NU tentang keberadaan orang suci

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS S 61/13 Dar r
Uncontrolled Keywords: Referensi , NU, Muhammadiyah, Pedesaan
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
AHMAD ABU DARIN, 070810386UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorHerwanto, Drs.. MAUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 09 Dec 2013 12:00
Last Modified: 09 Aug 2016 07:05
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16208
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item