Makna Penggunaan Jilbab di Kalangan Mahasiswi Muslim yang Tidak Berjilbab (Studi Deskriptif Pada Mahasiswi Fakultas Farmasi di Universitas Airlangga dan Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Surabaya)

SANG AYU PUTU WIDYASTRI, 071014035 (2013) Makna Penggunaan Jilbab di Kalangan Mahasiswi Muslim yang Tidak Berjilbab (Studi Deskriptif Pada Mahasiswi Fakultas Farmasi di Universitas Airlangga dan Mahasiswi Jurusan Bahasa Inggris di Universitas Muhammadiyah Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-widyastris-29909-7.abstr-k.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-widyastris-29909-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penggunaan jilbab bagi perempuan muslim diwajibkan, sebagai sarana menjauhkan diri dari berbagai hal yang tidak diinginkan. Karena perintah untuk berjilbab tercantum dalam Al Qur’an yaitu, (Al-Ahzab: 59) dan (Al-A’raf: 26). Penelitian dibagi ke dalam dua fokus penelitian, yaitu bagaimana makna penggunaan jilbab bagi mahasiswi muslim yang tidak berjilbab? apakah pemaknaan dan pemahaman mengenai perintah berjilbab dilatarbelakangi oleh lingkungan sosial serta kultural mahasiswi?. Untuk menganalisanya digunakan teori konstruksi sosial Berger dan konsep self indication oleh Blummer. Dalam teori Berger terdapat tiga tahapan konstruksi dan konsep self indication pada teori Blummer. Tipe penelitian deskriptif, dengan menggunakan data-data kualitatif. Diperoleh 5 informan utama melalui teknik aksidental, yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan kebetulan. Asalkan orang yang ditemui sesuai dengan kriteria. Analisis temuan data yang diperoleh dari informan berdasarkan teori konstruksi, ialah internalisasi (proses individu memperoleh pengetahuan serta pengalaman mengenai jilbab dan perintahnya). Eksternalisasi (individu akan memberikan pandangan pada perempuan berjilbab). Obyektivasi (memunculkan pemaknaan baru dan tambahan). Dan konsep self indication, akan memperlihatkan tindakan sebagai hasil dari konstruksi. Hasil data yang diperoleh, informan yang memahami perintah untuk berjilbab sebagai kewajiban. Memaknai penggunaan jilbab dan perintahnya sebagai kewajiban karena sudah tercantum dalam Al Qur’an. Sedangkan informan yang memahaminya sebagai sesuatu yang dapat meminimalisir kejahatan, memaknainya sebagai sesuatu yang baik fungsinya. Selain itu motivasi keluarga untuk berjilbab, lingkungan kuliah, lingkungan pertemanan dan kendala-kendala yang ada bisa mempengaruhi tindakan yang dilakukan oleh informan. Yang mana tindakan tersebut akan berdampak pada keinginan informan untuk berjilbab atau tidak.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS S. 14/14 Wid m
Uncontrolled Keywords: Jilbab, konstruksi sosial, makna penggunaan jilbab
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
SANG AYU PUTU WIDYASTRI, 071014035UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 18 Feb 2014 12:00
Last Modified: 29 Aug 2016 06:28
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16262
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item