MAKNA MENGAJAR(STUDI FENOMENOLOGI PADA PENGAJAR DALAM KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SURABAYA)

Anggy Aprily Dwi Poetri, 071014045 (2013) MAKNA MENGAJAR(STUDI FENOMENOLOGI PADA PENGAJAR DALAM KOMUNITAS SAVE STREET CHILD SURABAYA). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-poetriangg-30022-8.abstr-k.pdf

Download (123kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-poetriangg-30022-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (755kB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Komunitas Save Street Child Surabaya (SSCS) merupakan komunitas yang muncul akibat dari keperdulian dan keprihatinan terhadap kondisi anak jalanan yang tidak memiliki waktu untuk bermain, belajar seperti selayaknya anak-anak seumurannya yang telah mendapatkan pendidikan yang layak dan waktu bermain yang cukup. Fenomena tentang kegiatan sosial yang dilakukan oleh para relawan terutama pada komunitas Save Street Child Surabaya yang melakukan kegiatan mengajar, dimana pengajar dalam komunitas Save Street Child tersebut melakukan tindakan sosial dengan ikhlas dan tanpa pamrih, dan kenyataannya setiap orang yang bekerja untuk mendapatkan reward seperti gaji dari hasil kerja kerasnya selama ini, realitasnya dalam komunitas Save Street Child Surabaya para pengajar tidak mendapatkan reward dari setiap kegiatan mengajar anak jalanan. Maka fokus penelitian yang akan coba dikaji dalam penelitian ini yaitu : Apakah makna mengajar bagi para pengajar dalam komunitas Save Street Child Surabaya. Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan teori fenomenologi Alfred Schutz. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Lokasi penelitian dilakukan di kawasan Jembatan Merah Plaza (JMP) dikarenakan lokasi tersebut tempat awal komunitas mengadakan kegiatan belajar mengajar dan informan penelitian dipilih secara pusposive dengan mengambil lima informan yang terdiri dari ketua komunitas SSCS, ketua bidang pendidikan, koordinator pengajar wilayah Jembatan Merah Plaza (JMP) dan dua orang pengajar . Hasil dari penelitian ini bahwa tiap-tiap informan memiliki pendapat yang berbeda-beda mengenai makna mengajar anak jalanan dalam komunitas Save Street Child Surabaya. Makna mengajar anak jalanan dapat dibedakan melalui latar belakang informan, sebagai mahasiswa yang memberikan makna mengajar anak jalanan merupakan kegiatan berbagi dan merupakan kegiatan mengisi waktu luang. Sedangkan sebagai guru maupun orang yang sudah memiliki pekerjaan memaknai mengajar anak jalanan merupakan ibadah dan juga kegiatan yang dapat memberikan memberikan manfaat bagi orang lain yang membutuhkan dan juga kepuasan yang didapatkan oleh diri sendirii dengan melihat kemajuan yang dialami oleh anak jalanan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS S. 21/14 Poe m
Uncontrolled Keywords: Komunitas Save Street Child Surabaya, Fenomenologi, Anak Jalanan
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV697-3024 Special classes > HV701-1420.5 Children > HV873-887 Destitute, neglected, and abandoned children. Street children
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
Anggy Aprily Dwi Poetri, 071014045UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorSudarso, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 26 Feb 2014 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 05:23
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16286
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item