MAKNA PENGGUSURAN MENURUT MASYARAKAT MISKIN KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA WARGA MISKIN PINGGIR REL KORBAN PENGGUSURAN PEMBUATAN DOUBLE TRACK DALAM PERSPEKTIF KONSTRUKSI SOSIAL BERGER DI KELURAHAN SIDOTOPO)

TIANDI ZANA HETSY, 071017003 (2013) MAKNA PENGGUSURAN MENURUT MASYARAKAT MISKIN KOTA SURABAYA (STUDI KASUS PADA WARGA MISKIN PINGGIR REL KORBAN PENGGUSURAN PEMBUATAN DOUBLE TRACK DALAM PERSPEKTIF KONSTRUKSI SOSIAL BERGER DI KELURAHAN SIDOTOPO). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-hetsytiand-30099-7.abstr-t.pdf

Download (134kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2014-hetsytiand-30099-FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi atas rencana penggusuran yang akan dilakukan oleh PT.KAI dengan tujuan pembuatan double track. Kelurahan Sidotopo merupakan salah satu wilayah di Kota Surabaya yang mendapat teguran pengosongan lahan oleh PT. KAI. Alasan pemilihan lokasi penelitian di Kelurahan Sidotopo khususnya warga pinggir rel karena banyaknya jumlah penduduk pinggir rel, kondisi ekonomi yang rendah (miskin), warga pinggir rel aktif mengikuti negosiasi dan diskusi dengan PT. KAI dan Pemerintah Kota Surabaya. Fokus penelitian adalah bagaimana warga pinggir rel di Kelurahan Sidotopo memaknai penggusuran yang akan terjadi di wilayah mereka serta bagaimana reaksi dan usaha warga pinggir rel menghadapi rencana penggsuran oleh PT. KAI. Pengkajian penelitian menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter Berger dan Luckman dengan dialektika eksternalisasi, objektivasi dan internalisasi. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, data monografi dan analisis data. Hasil penelitian dijelaskan secara deskriptif bahwa warga pinggir rel memaknai penggusuran sebagai hal yang negatif atau buruk, warga pinggir rel menghadapi rencana penggusuran secara tenang namun juga melakukan usaha dengan bentuk negosiasi dan diskusi dengan pihak PT. KAI dan Pemerintah Kota Surabaya. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa warga pinggir rel memaknai rencana penggusuran sebagai suatu hal yang buruk atau negatif jika tidak disesuaikan dengan relokasi ganti rugi kepada para korban penggusuran.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS ANT. 13/14 Het m
Uncontrolled Keywords: Indonesia Train Company, Eviction, Double Track.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM706 Social structure
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
TIANDI ZANA HETSY, 071017003UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorPudjio Santoso, Drs., M. Sosio.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 03 Mar 2014 12:00
Last Modified: 06 Sep 2016 03:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16322
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item