LABUHAN SARANGAN(KAJIAN ETNOGRAFI UPACARA LABUHAN SARANGAN DI TELAGA SARANGAN, KELURAHAN SARANGAN, KECAMATAN PLAOSAN, KABUPATEN MAGETAN)

RAHAYU SETYO RINI, 071017063 (2013) LABUHAN SARANGAN(KAJIAN ETNOGRAFI UPACARA LABUHAN SARANGAN DI TELAGA SARANGAN, KELURAHAN SARANGAN, KECAMATAN PLAOSAN, KABUPATEN MAGETAN). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-rinirahayu-30101-6.abstr-t.pdf

Download (278kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16324.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Upacara Labuhan Sarangan merupakan salah satu tradisi yang rutin dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan sebagai salah satu rangkaian dari kegiatan bersih desa yang dilakukan pada hari Jumat Pon di bulan Ruwah. Upacara Labuhan Sarangan merupakan suatu tradisi yang digunakan oleh masyarakat setempat sebagai media untuk meminta keselamatan dan mengucap syukur kepada Allah SWT atas berkah yang diterima. Tradisi ini menarik untuk diteliti karena pelaksanaannya dilakukan dalam dua bentuk kegiatan, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Sarangan yang sifatnya sakral dan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Magetan sebagai bentuk kemasan wisata. Tradisi ini semakin menarik dengan berbagai simbol yang dipakai, seperti Tumpeng Agung Gono Bahu, Hulu Wektu dan struktur pengiring Tumpeng Gono Bahu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Beberapa teori juga digunakan dalam analisa upacara Labuhan Sarangan. Teori-teori tersebut antara lain adalah teori simbolik C. Geertz dan teori fungsional Malinowski. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa tradisi tahunan ini dilakukan sebagai media memohon keselamatan dan media mengucap syukur. Selain itu, tradisi ini juga berkaitan erat dengan pelestarian lingkungan dan pemenuhan kebutuhan religi masyarakat setempat. Dengan melakukan tradisi tersebut masyarakat memperoleh ketenangan batin dan juga alam akan tetap terpelihara sehingga tidak terjadi bencana. Pelaksanaan upacara Labuhan Sarangan sendiri disesuaikan dengan kondisi masyarakat saat ini, sehingga dalam perkembangannya tradisi warisan nenek moyang tetap diminati oleh generasi muda dan mampu bersaing dengan berbagai budaya asing.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS ANT. 15/14 Rin l
Uncontrolled Keywords: Labuhan Sarangan, Ceremony, Symbol, Ethnography, Bersih Desa.
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV3176-3199 Special classes. By race or ethnic group
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
RAHAYU SETYO RINI, 071017063UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDjoko Adi Prasetyo, Drs., M. Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 03 Mar 2014 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 17:52
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16324
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item