COUNTER HEGEMONY DI KALANGAN PEREMPUAN BERTATO DI KOTA SURABAYA

Azza Gaditya Putri P. Dwi, 071014059 (2013) COUNTER HEGEMONY DI KALANGAN PEREMPUAN BERTATO DI KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-6.abstr-k.pdf

Download (259kB) | Preview
[img] Text (PENDAHULUAN)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-11.bab-n.pdf
Restricted to Registered users only until 1 January 2020.

Download (397kB) | Request a copy
[img] Text (GAMBARAN UMUM)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-12.bab-o.pdf
Restricted to Registered users only until 1 January 2020.

Download (406kB) | Request a copy
[img] Text (TEMUAN DATA)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-13.bab-a.pdf
Restricted to Registered users only until 1 January 2020.

Download (566kB) | Request a copy
[img] Text (PEMBAHASAN)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-14.bab-k.pdf
Restricted to Registered users only

Download (355kB) | Request a copy
[img] Text (KESIMPULAN)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-15.bab-n.pdf
Restricted to Registered users only

Download (300kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
gdlhub-gdl-s1-2014-dwiazzagad-30236-16.daft-a.pdf

Download (266kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Adanya penilaian yang telah tertanam di masyarakat yang menyebutkan bahwa seorang perempuan yang cantik adalah perempuan yang menjaga kesehatan tubuhnya dan menjaga pula kesehatan kulitnya serta penampilannya. Masyarakat kini menganggap bahwa tato membuat seseorang memiliki minus dalam penamplannya. Tato dianggap dapat mengurangi nilai kecantikan yang dimiliki oleh seorang perempuan. Bahkan dapat menjatuhkan perempuan yang menggunakan tato dengan penilaian-penilaian negatif yang melekat di tubuhnya.Keinginan untuk menciptakan suatu bentuk identitas baru bagi perempuan dengan tato-tato yang dimiliki juga menjadi bentuk perlawanan terbesar bagi perempuan bertato dalam usaha menghapus penilaian negatif masyarakat terhadap perempuan bertato. Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan Teori Counter Hegemoni `oleh Antonio Gramsci, untuk melihat adanya fenomena perlawanan dari perempuan pengguna tato terhadap penilaian negative yang telah melekat di masyarakat. Metodologi yang digunakan sejalan dengan kerangka teoritik yaitu metodologi kualitatif. Peneliti menggunakan teknik penentuan informan secara purpossive. Penentuan informan secara purpossive ialah metode penentuan informan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Informan yang dipilih dengan mempertimbangkan latar belakang perempuan bertato yang berpendidikan minimal SMA dan memiliki tato permanen di tubuhnya. Dalam pembahasan yang diangkat peneliti mengenai counter hegemony yang terjadi di kalangan perempuan bertato menunjukkan adanya suatu tindakan perlawanan dan pemberontakan oleh perempuan bertato terhadap keberadaan mereka sebagai perempuan bertato yang kerap dinilai tidak lagi sebagai perempuan yang cantik dan kerap dikaitkan dengan hal-hal yang negatif hingga kriminalitas. Fenomena counter hegemony kini kerap ditemui dalam sisi-sisi lain kehidupan, dapat kita amati dalam sejarah, media informasi, hiburan, dan sebagainya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS S. 26/14 Dwi c
Uncontrolled Keywords: perempuan, tato, counter hegemony, Surabaya
Subjects: H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ1101-2030.7 Women. Feminism > HQ1871-2030.7 Women's clubs
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman > HQ1-2044 The Family. Marriage. Women > HQ2042-2044 Life style
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Azza Gaditya Putri P. Dwi, 071014059UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSudarso, Drs., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: Mrs. Djuwarnik Djuwey
Date Deposited: 06 Mar 2014 12:00
Last Modified: 11 Apr 2017 19:07
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16349
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item