INTERAKSI SOSIAL KELUARGA SELAPUT KOSONG ( Studi Deskriptif Interaksi Remaja Pada Keluarga Selaput Kosong di Surabaya )

Riza Arya Wibowo, 070810409 (2012) INTERAKSI SOSIAL KELUARGA SELAPUT KOSONG ( Studi Deskriptif Interaksi Remaja Pada Keluarga Selaput Kosong di Surabaya ). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-wiboworiza-25140-5.abstr-k.pdf

Download (149kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-wiboworiza-25140-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Fenomena keluarga selaput kosong menyebabkan tidak tercipta komunikasi dan interaksi yang baik antara suami dan istri, hal ini tentu saja berdampak bagi pertumbuhan anak. Pertumbuhan anak sangat bergantung kepada peran kedua orangtua. Bila mereka gagal menjalankan peranan keluarga, kepribadian anak dapat terganggu. Maka fenomena interaksi remaja dalam keluarga selaput kosong di kota Surabaya sangat menarik untuk diteliti. Untuk menganalisa permasalahan tersebut digunakan teori dramaturgi dari Goffman, yang penekanan analisanya dibagi menjadi dua bagian, yaitu panggung depan dan panggung belakang. Metodologi yang digunakan sejalan dengan kerangka teoritik yaitu metodologi kualitatif, dengan tipe penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini analisis temuan data didapat secara subjektif dari informan beradasarkan konsep dramaturgi, yaitu panggung depan dan panggung belakang. Panggung belakang terbentuk karena kondisi keluarga selaput kosong, yaitu berbagai macam perasaan kecewa dan tertekan. Hal tersebut sangat mempengaruhi setting remaja ini yang ditampilkannya pada personal front dalam tataran panggung depan. Panggung depan tersebut antara lain tindakan yang muncul sebagai bentuk luapan atas kondisi keluarga selaput kosong. Kesimpulannya ialah; remaja perempuan lebih intens berkomunikasi dengan ayah. Remaja laki-laki lebih intens berkomunikasi kepada ibu dan mendapatkan kasih sayang cukup daripada remaja perempuan, sehingga remaja laki-laki dalam menanggapi kondisi keluarga selaput kosong cenderung bersikap biasa saja, berbeda dengan remaja perempuan yang cenderung ekspresif. Remaja yang masih berada di bangku SMA lebih tertutup dalam pergaulan, mereka lebih senang sendiri ketika berada di luar rumah. Adapun remaja yang sudah melewati masa SMA atau perkuliahan cenderung lebih terbuka dalam pergaulan karena lebih dewasa dalam menanggapi kondisi keluarga selaput kosong.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.S.54/12 Wib i
Uncontrolled Keywords: FICTION
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Riza Arya Wibowo, 070810409UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorDra.Udji Asiyah, M.Si, Dra., M.SiUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 02 Jul 2013 12:00
Last Modified: 29 Aug 2016 08:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16366
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item