NORMALISASI HUBUNGAN BILATERAL GEORGIA-RUSIA PASCA KONFLIK TAHUN 2008

DINAR PRISCA PUTRI, 070912068 (2013) NORMALISASI HUBUNGAN BILATERAL GEORGIA-RUSIA PASCA KONFLIK TAHUN 2008. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-putridinar-28118-10.abst-k.pdf

Download (189kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-putridinar-28118-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menjelaskan perkembangan normalisasi hubungan bilateral Georgia-Rusia setelah konflik kedua negara pada Agustus 2008 dan meneliti faktor-faktor pendorong yang memengaruhi normalisasi hubungan bilateral dua negara tersebut. Latar belakang penelitian ini bermula dari adanya tanda-tanda perbaikan atau normalisasi hubungan bilateral antara Georgia dan Rusia dalam kondisi belum dibukanya hubungan diplomatik kedua negara pascakonflik 2008 (Georgia memutus hubungan diplomatiknya dengan Rusia setelah pengakuan kedaulatan yang diberikan Rusia atas wilayah separatis Georgia, yaitu Abkhazia dan Ossetia Selatan) dan persepsi kedua negara yang cenderung bersifat mutual distrust atau saling curiga. Tanda-tanda normalisasi hubungan bilateral kedua negara tersebut tercermin dari dibukanya kembali perbatasan wilayah antara Georgia dan Rusia yang sebelumnya ditutup selama perang, pemulihan aturan penerbangan regular antar kedua negara, dibukanya kembali pasar Rusia bagi produk pertanian Georgia dan kesediaan Georgia untuk membuka dialog dengan Rusia yang akhirnya membawa Rusia sebagai anggota tetap dari World Trade Organisation (WTO). Hipotesis atau dugaan sementara dari permasalahan penelitian dihasilkan melalui sintesis teori Bar-Siman Tov tentang rekonsiliasi konflik dan teori Robert Jarvis tentang persepsi ancaman, dihadapkan dengan teori Stephen M. Saideman tentang pengaruh ikatan etnis (ethnic ties) dalam menentukan kebijakan luar negeri suatu negara dan teori Louis Kriesberg tentang peran pihak-pihak perantara (intermediaries). Berdasarkan teori-teori tersebut diperoleh hipotesis bahwa perkembangan normalisasi hubungan bilateral antara Georgia dan Rusia pascakonflik tahun 2008 disebabkan oleh pengaruh ikatan etnis antara Georgia dan Rusia yang beroperasi dengan dorongan pihak ketiga sebagai perantara. Kedua faktor tersebut saling berkorelasi dalam menjawab permasalahan penelitian.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI. 61/13 Put n
Uncontrolled Keywords: BILATERAL
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia > 6651 Political institutions and public administration (Asia,Africa, Australia, Pacific Area, etc.)
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
DINAR PRISCA PUTRI, 070912068UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMoch. Yunus, MAUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 13 Nov 2013 12:00
Last Modified: 01 Sep 2016 09:32
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16430
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item