HUBUNGAN ANTARA NYERI MUSKULOSEKELETAL DENGAN KONDISI STASIUN KERJA DAN UKURAN, SERTA POSISI TUBUH PETANI

TYAS SISTHA WIJAYANTI, 070917011 (2013) HUBUNGAN ANTARA NYERI MUSKULOSEKELETAL DENGAN KONDISI STASIUN KERJA DAN UKURAN, SERTA POSISI TUBUH PETANI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-wijayantit-28256-6.abstr-k.pdf

Download (64kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
gdlhub-gdl-s1-2013-wijayantit-28256-1.FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Nyeri muskuloskeletal adalah perasaan tidak nyaman yang dialami pada bagian tubuh tertentu akibat dari kondisi stasiun kerja seseorang, salah satunya adalah bekerja di bidang pertanian yang pekerjaannya tergolong dinamis dan memicu munculnya nyeri muskuloskeletal. Penelitian ini bertujuan melihat kondisi stasiun kerja petani, kondisi tubuh petani dan mengetahui frekuensi tersering lokasi titik nyeri muskuloskeletal pada tubuh petani. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data di lapangan adalah pengamatan, wawancara, penyebaran kuesioner Nordic Body Map, dan pengukuran Antropometri. Lokasi penelitian di Desa Kepohagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Sampel yang diambil adalah Petani yang sekarang sudah menginjak usia 30 tahun hingga 50 tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan memiliki keluhan nyeri pada bagian tubuhnya selama dan sesudah bekerja. Variabel yang diambil dalam penelitian adalah ukuran cangkul, ukuran tubuh petani, lama kerja petani dalam sehari dan nyeri muskuloskeletal yang dirasakan petani. Nyeri yang dialami oleh petani adalah sakit/kaku di leher bagian atas; sakit/kaku di leher bagian bawah; sakit di bahu kiri; sakit di bahu kanan; sakit pada lengan atas kiri; sakit di punggung; sakit pada pinggang; sakit pada pantat; sakit pada siku kiri; sakit pada siku kanan; sakit pada lengan bawah kanan; sakit pada tangan kanan; sakit pada paha kanan; sakit pada lutut kiri; sakit pada lutut kanan; sakit pada paha kiri; sakit pada betis kiri; sakit pada betis kanan; sakit pada pergelangan kaki kiri; sakit pada kaki kiri; sakit pada kaki kanan. Usia petani paling banyak 41-50 tahun, dengan tinggi badan rata-rata 1500-1600 mm, dan lama kerja >8 jam perhari. Petani melakukan istirahat dengan frekuensi terbanyak >3 kali, dan lama istirahat 31-45 menit. Beban kerja paling banyak adalah menggarap lahan sawah seluas <0,5 Hektar. Munculnya keluhan nyeri yang dialami pertama kali saat bekerja sebagai petani. Petani mencangkul pada posisi membungkuk dengan derajat bungkuk sebesar 51-60o menyatakan tidak nyaman, petani merasa nyaman ketika menggunakan ukuran batang cangkul 74cm. Petani menyatakan lebih nyaman saat bekerja pada tanah garapan yang berair daripada yang kering. Lebar kaki petani saat mecangkul lebih panjang dibandingkan dengan ukuran lebar bahu petani dirasa adalah posisi yang paling nyaman dirasakan ketika mencangkul.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.ANT 20/13 Wij h
Uncontrolled Keywords: NYERI MUSKULOSEKELETAL
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
TYAS SISTHA WIJAYANTI, 070917011UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMyrtati Dyah Artaria, Dra., MA. Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: shiefti dyah alyusi
Date Deposited: 19 Nov 2013 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 02:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16442
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item