ERUPSI GIGI MOLAR KETIGA PADA MANUSIA ABAD 21 DI FISIP UNIVERSITAS AIRLANGGA DAN MANUSIA ABAD 20 SUBRAS DEUTROMALAYID

LUCKY SANDI ANUGRAH, 070710312 (2013) ERUPSI GIGI MOLAR KETIGA PADA MANUSIA ABAD 21 DI FISIP UNIVERSITAS AIRLANGGA DAN MANUSIA ABAD 20 SUBRAS DEUTROMALAYID. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-anugrahluc-28284-6.abstr-k.pdf

Download (141kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FISIP12.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya erupsi molar ketiga yang sering menimbulkan perbedaan, baik pada populasi manusia maupun perbedaan yang terjadi pada suatu subras populasi manusia, salah satunya pada subras Deutromalayid. Perbedaan yang dimaksud antara lain perbedaan frekuensi erupsi molar ketiga berdasarkan jenis kelamin, usia erupsi molar ketiga serta timbulnya gangguan dan variasi pada molar ketiga. Sampel pada penelitian ini yaitu 50 sampel mahasiswa dan 50 sampel mahasiswi usia 21 tahun Fisip Unair sebagai sampel manusia abad 21 subras Deutromalayid dan 18 sampel tengkorak (cranium) laki-laki dan 12 sampel tengkorak (cranium) perempuan koleksi laboratorium anatomi dan histologis Unair sebagai sampel manusia abad 20 subras Deutromalayid. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode statistik Chi-Square dan crosstabs dengan membandingkan mahasiswa dan mahasiswi Fisip Unair (sebagai sampel manusia abad 21) dengan tengkorak (cranium) koleksi laboratorium anatomi dan histologis Unair (sebagai sampel manusia abad 20) subras Deutromalayid. Variabel yang dibandingkan yaitu frekuensi erupsi molar ketiga, gangguan , variasi ukuran dan bentuk mahkota pada molar ketiga, dan traits X-pattern, Y-pattern, +-pattern dan anterior fovea. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi pada gigi molar ketiga baik pada rahang atas dan rahang bawah pada masing-masing sampel yang dilakukan hanya satu kali pada setiap sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan frekuensi erupsi yang signifikan pada mahasiswa dan mahasiswi sampel manusia abad 21. Terdapat perbedaan frekuensi kemunculan traits X-pattern, Y-pattern dan no hypoconulid antara manusia abad 20 dan manusia abad 21walaupun belum sampai pada taraf yang signifikan. Terjadinya perbedaan frekuensi erupsi molar ketiga yang signifikan antara manusia abad 20 dengan manusia abad 21. Terdapat peningkatan gangguan crowding pada gigi molar ketiga serta terjadinya secular trend naik (upward trend) yang terjadi pada variabel gangguan pada gigi molar ketiga dan variasi molar ketiga serta timbulnya tren turun (downward trend) pada variabel frekuensi erupsi gigi molar ketiga subras Deutromalayid, meskipun tingkat perbedaannya belum signifikan.Perubahan yang signifikan di tingkat populas pada dentisi manusia memerlukan waktu 100 tahun (1 abad).

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.ANT 39/13 Anu e
Uncontrolled Keywords: ERUPSI GIGI
Subjects: H Social Sciences
H Social Sciences > HT Communities. Classes. Races > HT51-1595 Communities. Classes. Races
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
LUCKY SANDI ANUGRAH, 070710312UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorMyrtati Dyah Artaria, Dra., M.A., Ph.D.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 20 Nov 2013 12:00
Last Modified: 15 Aug 2016 10:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16462
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item