GERAKAN SOSIAL TUNAS HIJAU DALAM KONFLIK KEBUN BIBIT

FEBI FIRAHDINI PRASETYA, 070913103 (2013) GERAKAN SOSIAL TUNAS HIJAU DALAM KONFLIK KEBUN BIBIT. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-prasetyafe-28513-7.abstr-k.pdf

Download (182kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gerakan Tunas Hijau dalam kasus sengketa lahan Kebun Bibit Surabaya. Kasus sengketa lahan Kebun Bibit bermula dari pembatalan perjanjian Pemkot Surabaya dengan PT. Surya Inti Permata terkait hak kelola lahan Kebun Bibit. PT SIP menggugat Pemerintah Kota Surabaya menuntut hak kelola terhadap lahan Kebun Bibit. Ketakutan alih fungsi RTH di Surabaya, LSM lingkungan Tunas Hijau tergerak untuk memperjuangkan agar Kebun Bibit tidak dialihfungsikan sebagai RTH, dengan mendukung hak kelola Kebun Bibit oleh Pemkot Surabaya. Penelitian ini akan menjawab apa yang melatarbelakangi kemunculan gerakan Tunas Hijau sehingga mendapat banyak dukungan masyarakat dalam mempertahankan Kebun Bibit serta bagaimana bentuk strategi perlawanan Tunas Hijau. Sebagaimana yang disampaikan Mc Adam dalam teori dinamika gerakan sosial, gerakan sosial terjadi dalam tiga tahapan yaitu Political Opportunities, Mobilizing Structures, dan Cultural Framing. Munculnya gerakan Tunas Hijau dapat dilihat dari teori Dinamika Gerakan Sosial, diantaranya: 1) Political Opportunities, berawal dari permasalahan sengketa lahan, kemudian sesuai dengan UU No. 26/2007 menentukan bahwa proporsi RTH minimal 30% dari luas wilayah kawasan perkotaan yang dibagi menjadi RTH Publik minimal 20% dan RTH Privat minimal 10%. dari luas wilayah sehingga menimbulkan kekhawatiran Tunas Hijau akan berkurangnya RTH dan alihfungsi jika dikelola swasta, serta dukungan Pemkot untuk mempertahankan Kebun Bibit. 2) Mobilizing Structures, pada saat melakukan aksi Tunas Hijau berawal dari pengumpulan informasi mengenai permasalahan sengketa lahan Kebun Bibit; kedua, membagikan kuisioner dengan turun langsung di Kebun Bibit; ketiga, melakukan aksi dengan turun kejalan dan melakukan berbagai kegiatan untuk menyampaikan penolakan alihfungsi dan penolakan hak kelola jika di kelola PT. SIP; ke empat, Tunas Hijau membuat group facebook untuk mendapatkan partisipasi masyarakat; ke lima, melalui pemberitaan media dengan melakukan penyadaran masyarakat pentingnya Kebun Bibit sebagai RTH Surabaya. 3) Cultural Framing, adanya pemahaman bersama yang diberikan Tunas Hijau kepada masyarakat terkait pentingnya Kebun Bibit sebagai RTH Surabaya sehingga memunculkan aksi kolektif.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.P.52/13 Pra g
Uncontrolled Keywords: KONFLIK SOSIAL
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations
H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations > HM756-781 Community
K Law > KB Religious law in general > KB1-4855 Religious law in general. Comparative religious law. Jurisprudence > KB400-4855 Interdisciplinary discussion of subjects > KB480 482 Private international law. Conflict of laws
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
FEBI FIRAHDINI PRASETYA, 070913103UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorUcu Martanto, S.IP., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 29 Nov 2013 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 01:18
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16517
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item