GERAKAN BURUH STUDI KASUS: PERAN FSPMI DALAM GERAKAN BURUH BEKASI MENUNTUT KENAIKAN UMK TAHUN 2013

DIO SAFRIAL TRUNA, 070913100 (2013) GERAKAN BURUH STUDI KASUS: PERAN FSPMI DALAM GERAKAN BURUH BEKASI MENUNTUT KENAIKAN UMK TAHUN 2013. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-trunadiosa-28514-6.abstr-k.pdf

Download (69kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Gerakan Buruh Bekasi terjadi dikarenakan menuntut kenaikan upah yang mereka anggap upah yang digugat oleh Apindo telah menyalahi kesepakatan sebelumnya. Gerakan ini merupakan perlawanan atas hak-hak mereka yang dirampas oleh pengusaha. Dalam gerakan buruh Bekasi FSPMI bertindak sebagai motor dan leader. FSPMI melempar isu utama adalah masalah upah karena setiap buruh merasakan hal ini dan menjadi kebutuhan dasar buruh dalam memebuhi kebutuhan hidup. Setelah melempar isu kemudian dilanjutkan mobilisasi dengan cari mengumpulkan koordinator-koordinator buruh disetiap perusahaan yang ada dan dijelaskan bagaimana mekanisme agar buruh-buruh yang lain juga ikut serta dalam gerakan. Teori mobilisasi solidaritas digunakan oleh peneliti karena teori ini menunjukan bagaimana cara menggerakkan massa yag besar dengan kesolidaritasan yang tinggi sehingga tujuan dari gerakan tersebut dapat tercapai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif serta pemaparan hasil secara deskriptif. Dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi mengenai konsep dan cara FSPMI menggerakkan Buruh Bekasi menjadi sebuah kekuatan yang massive. Kemudian dapat diketahui bahwa FSPMI dalam menggerakkan buruh Bekasi tidak secara spontan dan mereka memiliki perencanaan yang baik untuk menciptakan sebuah gerakan buruh yang massive. Selain perencanaab untuk eksternal mereka (FSPMI) juga mempunyai perencanaan internal untuk memperkuat para enggota mereka dan rencana jangka panjang agar FSPMI dapat terus eksis dan menjadi sebuah kekuatan yang terus menyuarakan hak-hak kaum buruh. Terdapat sebuah fakta yang menarik mengapa para anggota FSPMI begitu solid, mereka diberikan pelatihan keorganisasian sehingga mereka tidak mudah untuk dintimidasi oleh parapengusaha. Selain itu mereka juga mengembangkan sayap pada skala nasional dengan mengadakan rakernas (rapat kerja nasional) dengan mengundang buruh di seluruh Indonesia. FSPMI bukanlah organisasi buruh yang kecil, tetapi mereka merupakan organisasi buruh yang besar dan kelak dikemudian hariakn menjadi salah satu kekuatan massa yang perlu diperhitungkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 FIS.P.53/13 Tru g
Uncontrolled Keywords: GERAKAN BURUH
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD5701-6000.9 Labor market. Labor supply. Labor demand
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD6350-6940.7 Trade unions. Labor unions. Workers' associations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
DIO SAFRIAL TRUNA, 070913100UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorWisnu Pramutanto, Drs., M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 29 Nov 2013 12:00
Last Modified: 28 Sep 2016 01:20
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16518
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item