STRATEGI ADVOKASI OWC, ORIP, DAN OPDP DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK PENGGUSURAN MASYARAKAT OGIEK DI HUTAN MAU KENYA 1990-2013

HAYATI NUFUS, 070912104 (2014) STRATEGI ADVOKASI OWC, ORIP, DAN OPDP DALAM UPAYA PENYELESAIAN KONFLIK PENGGUSURAN MASYARAKAT OGIEK DI HUTAN MAU KENYA 1990-2013. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2014-nufushayat-30444-10.abst-k.pdf

Download (227kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitiaan ini menelaah mengenai keberhasilan strategi OPDP (Ogiek People Development Program) dibandingkan kehadiran kedua NGO lainnya, yakni OWC (Ogiek Welfare Council) dan ORIP (Ogiek Rural Integral Project) dalam memperjuangkan hak minortitas masyarakat adat Ogiek di Kenya pada tahun 1990-2013. Penelitiaan ini didasari pada dikeluarkannya keputusan oleh African Court (African Commission on Human Right People) pada tahun 2013 menandai keberhasilan masyarakat Ogiek untuk mempertahankan tanah, dan warisan budaya mereka untuk tetap menempati Hutan Mau. Keputusan ini menjadi sasaran yang dicapai masyarakat adat Ogiek Kenya khususnya OPDP dalam mencapai tuntutan untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat adat. Guna mencapai keputusan tersebut, masyarakat adat Ogiek membentuk NGO sebagai wadah untuk membentuk kekuatan dalam menyerukan kepada pemerintah untuk menghentikan eksisi pembagian lahan, penggusuran masyarakat Ogiek dari Hutan Mau. Ketiga NGO tersebut ialah Ogiek Rural Integral Projects (ORIP), Ogiek Welfare Council (OWC), dan Ogiek Peoples Development Program (OPDP). Namun, dalam melaksanakan fungsinya, ketiga NGO tersebut memiliki cara yang berbeda untuk meraih sasarannya. Perbedaan tersebut terangkum dalam strategi yang digunakan dalam mencegah penggusuran masyarakat Ogiek dari Hutan Mau, yang kemudian menentukan langkah yang diambil oleh masing-masing NGO. Dalam hal ini, OPDP meraih keberhasilan untuk mempengaruhi keputusan ACHPR yang dilaksanakan melalui strategi dan pendekatan yang tepat digunakan. Dengan menggunakan pendekatan three-dimensional model of NGO advocacy work, cara kerja ketiga NGO tersebut dianalisis melalui strategi yang dibentuk, yang dibagi ke dalam networking, publik support, dan mass movement. Sedangkan media arena sebagai bentuk perubahan rezim yang datang dari pemerintahan Kenya, turut mempengaruhi keberadaaan ketiga NGO dalam melaksankan fungsinya, sampai dikeluarkannya keputusan oleh ACHPR dalam penghentian penggusuran.di Hutan Mau. Dengan menggunakan three dimensional advocacy work, serta media arena untuk melakukan pengujian terhadap hipotesis yang digunakan dalam penelitiaan ini, pembentukan strategi yang unggul menunjukkan bahwa OPDP sebagai lokal NGO mencapai keberhasilan yang unggul dibanding kehadiran kedua NGO sebelumnya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.HI.33/14 Nuf s
Uncontrolled Keywords: STRATEGI ADVOKASI
Subjects: J Political Science > JQ Political institutions Asia > 6651 Political institutions and public administration (Asia,Africa, Australia, Pacific Area, etc.)
J Political Science > JZ International relations
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
HAYATI NUFUS, 070912104UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorCitra Hennida, MA(IR).UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 14 Mar 2014 12:00
Last Modified: 02 Sep 2016 02:55
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16561
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item