GERAKAN WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA JAWA TIMUR (WALHI JATIM) DALAM PENOLAKAN PENAMBANGAN PASIR NAMBANGAN KECAMATAN TAMBAK WEDI KOTA SURABAYA

Arief Rachmaddan, 071113058 (2015) GERAKAN WAHANA LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA JAWA TIMUR (WALHI JATIM) DALAM PENOLAKAN PENAMBANGAN PASIR NAMBANGAN KECAMATAN TAMBAK WEDI KOTA SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-rachmaddan-38679-7.abstr-k.pdf

Download (329kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
15.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penambangan pasir yang terjadi di Nambangan pada tahun 2006 ini sebenarnya karena adanya proyek Reklamasi di Teluk Lamong Gresik oleh PT Pelindo III sebagai penunjang perekonomian Provinsi Jawa Timur. Reklamasi yang dilakukan di teluk Lamong tersebut pastilah membutuhkan pasir yang cukup banyak. Kemudian PT Pelindo III sebagai pemilik proyek tersebut menggunakan jasa PT Gora Gahana untuk melakukan penambangan pasir di Nambangan. Namun alih alih percepatan eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir dengan banyaknya pergeseran kepentingan kepentingan malah menjadikan eksploitasi sumber daya alam dan lingkungan, secara besar-besaran. Hal tersebutlah yang menjadi topik utama gerakan Walhi dalam melawan segala bentuk pembangunan yang berhaluan globalisasi ekonomi dan korporasi dengan melakukan pendampingan terhadap warga Nambangan Kenjeran Surabaya. Penelitian Kualitatif ini dilakukan di Kota Surabaya dengan subyek utama adalah (Walhi Jatim) Wahana Lingkungan hidup Jawa Timur. Proses analisis pertama dilakukan setelah dilakukan studi pustaka dan obeservasi di lapangan terkait dengan penambangan pasir yang terjadi di Nambangan, Wawancara dengan berbgai Informan yang juga terkait dalam kasus ini yang telah ditentukan. Penentuan informan ini dilakukan dengan menggunakan purposive samping yaitu memilih secara sengaja sesuai dengan data data yang diperoleh, ada dua kerangka teori yaitu green theory dan civil society. Green theory sendiri adalah teori yang mendukung teori utama yaitu civil society ini nanti untuk memahami upaya gerakan Walhi dalam melakukan penolakan penambangan pasir sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Walhi sebagai civil society melakukan gerakan ini karena tidak hanya faktor lingkungan tapi karena terjadinya ketidakadilan yang dialami oleh warga dari segi politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum. Kemudian, Walhi mampu melakukan pendampingan terhadap warga sekitar untuk melakukan gerakan penolakan dengan berbagai macam upaya upaya sesuai fungsinya yang tujuannya adalah mempertahankan keseimbangan alam dan kehidupan sosial. Walaupun tujuan dari gerakan ini belum sepenuhnya terlaksana (surat operasi penambangan dicabut) namun Setidaknya api perjuangan dan rasa memiliki dan mepertahankan lingkungan dan kehidupan mereka sudah tertanam di warga Nambangan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.P 37/15 Rac g
Uncontrolled Keywords: SAND MINING; ENVIRONMENT
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM711-806 Groups and organizations
J Political Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
Arief Rachmaddan, 071113058UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Aminah, Dr., Dra., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 20 Oct 2015 12:00
Last Modified: 08 Sep 2016 09:06
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16640
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item