CIVIL SOCIETY DALAM DINAMIKA PRO-KONTRA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA

I PUTU DIMAS BALA RENA, 071113064 (2015) CIVIL SOCIETY DALAM DINAMIKA PRO-KONTRA RENCANA REKLAMASI TELUK BENOA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2015-renaiputud-38682-6.abstr-k.pdf

Download (223kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16643.compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Skripsi ini membahas civil society dalam dinamika pro dan kontra rencana reklamasi Teluk Benoa. Fokus pembahasan yang membedakan skripsi ini dengan skripsi atau karya tulis sejenis adalah pada umumnya skripsi dengan tema civil society lebih banyak membahas kelompok penentang rencana pembangunan. Tidak banyak studi yang membahas mengenai civil society yang turut mendukung rencana pemerintah di samping civil society yang juga menolak. Studi civil society kebanyakan membahas tentang penolakan rencana pembangunan dikarenakan berbagai faktor, terutama aspek lingkungan, padahal studi civil society juga memiliki dinamika politik yang menarik untuk diteliti lebih dalam mengingat peran civil society dalam mengawasi dan membatasi kekuasaan negara. Dalam peran ini mengandung pengertian bahwa civil society akan melakukan koreksi jika kebijakan pemerintah dianggap tidak memihak masyarakat dan mendukung pemerintah jika keputusan politik yang dibuat memiliki kemanfaatan bagi masyarakat. Dengan menggunakan metode analisis kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana civil society dalam dinamika prokontra rencana reklamasi Teluk Benoa berdasarkan perspektif Teori Civil society Larry Diamond. Dinamika pro-kontra reklamasi Teluk Benoa didasarkan pada argumen kepentingan yang berbeda antara Yayasan Bumi Bali Bagus sebagai Civil society Organization yang mendukung dan ForBALI sebagai Civil society Organization yang menolak rencana reklamasi Teluk Benoa. Yayasan Bumi Bali Bagus menyatakan dukungannya terhadap rencana reklamasi dikarenakan kondisi yang kritis di Teluk Benoa sehingga diperlukan sebuah revitalisasi berbasis reklamasi. Sedangkan ForBALI menilai rencana reklamasi merupakan suatu kebohongan publik dimana investor justru yang lebih diuntungkan dengan menafikan kerusakan lingkungan yang akan diakibatkan. Kedua Civil society Organization ini kemudian menggunakan isu lingkungan, kebijakan, ekonomi, dan sosial budaya dalam memperjuangkan suaranya. Pada gilirannya, politisasi isu dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan kelompok yang tersebunyi dalam isu-isu yang mereka perjuangkan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.P 40/15 Ren c
Uncontrolled Keywords: CIVIL SOCIETY
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences > GE300-350 Environmental management
J Political Science
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Creators:
CreatorsEmail
I PUTU DIMAS BALA RENA, 071113064UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSiti Aminah, Dr., Drs., M.A.UNSPECIFIED
Depositing User: Unnamed user with email okta@lib.unair.ac.id
Date Deposited: 20 Oct 2015 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 19:22
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16643
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item