ADAPTASI BUDAYA MASYARAKAT MADURA TERHADAP ENDEMIK DEMAM BERDARAH DI KECAMATAN SEMAMPIR SURABAYA

LISTA DEVI PRIYANTINI, 070710338 (2011) ADAPTASI BUDAYA MASYARAKAT MADURA TERHADAP ENDEMIK DEMAM BERDARAH DI KECAMATAN SEMAMPIR SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-priyantini-20339-fisant-k.pdf

Download (335kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16693.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Demam berdarah merupakan salah satu jenis penyakit tropis yang penyebarannya berada di derah yang memiliki iklim tropis, seperti Surabaya. Vektor penyebaran penyakit ini adalah serangga yaitu nyamuk. Vektor tersebut membawa virus yang dapat ditularkan kepada manusia maupun hewan. Cara penularan yang mudah terjadi yaitu dengan gigitan nyamuk yang telah membawa virus demam berdarah tersebut. Insidensi penyakit demam berdarah dipengaruhi beberapa faktor seperti lingkungan fisik, ekonomi, dan budaya masyarakat dapat. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah mengapa penyakit demam berdarah menjadi penyakit yang endemik di wilayah tersebut dan bagaimana adaptasi budaya yang dilakukan masyarakat Madura di Kecamatan Semampir terhadap upaya pencegahan serta pengobatan endemik demam berdarah. Berdasar permasalahan seperti itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adaptasi budaya masyarakat Madura di kecamatan Semampir terkait dengan endemik penyakit tropis yaitu demam berdarah yang ada di wilayah tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif. Pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam kepada informan atau orang-orang yang memiliki kapasitas tentang permasalahan yang diteliti dan melakukan observasi di wilayah penelitian. Berdasarkan data di lapangan dapat disimpulkan bahwa endemik penyakit demam berdarah di kawasan tersebut karena beberapa faktor yaitu lingkungan tempat tinggal yang padat dan tidak tertata rapi, sanitasi yang kurang baik, saluran pembuangan air yang tidak lancar, banyaknya tumpukan sampah dan barang bekas. Faktor-faktor tersebut menyebabkan nyamuk dapat berkembang biak dengan pesat, termasuk nyamuk aedes aegypti. Meskipun demikian, masyarakat Madura yang ada di Kecamatan Semampir hingga saat ini belum mampu membentuk suatu adaptasi budaya untuk menangani penyakit demam berdarah yang endemik di daerah tersebut. Ketidakmampuan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu tingkat pendidikan, tingkat kekuatan ekonomi, kepercayaan atau agama, dan nilai-nilai budaya. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi pemikiran atau persepsi mereka dalam menanggapi suatu fenomena. Pemikiran atau persepsi ini yang menjadi pedoman dalam perilaku masyarakat dalam menanggapi endemik penyakit demam berdarah. Kata Kunci : Kesehatan, demam berdarah, niali-nilai budaya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK2 Fis. Ant 21/11 Pri a
Uncontrolled Keywords: COMMUNITY AWARENESS RAISING OF DENGUE ; HEALTH
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA1-1270 Public aspects of medicine > RA421-790.95 Public health. Hygiene. Preventive medicine > RA565-600 Environmental health
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
LISTA DEVI PRIYANTINI, 070710338UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorToetik Koesbardiati, Dr. PhilUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 20 Oct 2011 12:00
Last Modified: 18 Jun 2017 20:57
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16693
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item