STUDI DESKRIPTIF TENTANG INTERAKSI ANTARA PEMERINTAH LOKAL, MASYARAKAT SIPIL DAN SEKTOR SWASTA DALAM PENANGANAN RELOKASI PASAR KEPUTRAN DI SURABAYA

PROFITA BRILLIANTY (2011) STUDI DESKRIPTIF TENTANG INTERAKSI ANTARA PEMERINTAH LOKAL, MASYARAKAT SIPIL DAN SEKTOR SWASTA DALAM PENANGANAN RELOKASI PASAR KEPUTRAN DI SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (abstrak)
edit.pdf

Download (336kB) | Preview
[img] Text (full text)
abstrak.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Pembangunan dilihat sebagai “proses penyelenggaraan pembangunan yang berasal dari, oleh dan untuk rakyat”. Pembangunan dianggap dari rakyat, karena kebutuhan masyarakat menimbulkan tuntutan dari rakyat yang pada gilirannya mendorong inisiatif untuk melaksanakan pembangunan. Bahwa ada tiga aktor utama yang terlibat dalam pembangunan perkotaan yaitu power, profit dan people. Di antara ketiga aktor tersebut, yang paling berperan dalam penanganan relokasi pasar Keputran Surabaya adalah power dan profit. Sedangkan people sangat jarang dibuat pertimbangan di dalam merumuskan pembangunan relokasi pasar Keputran, termasuk di dalamnya kebijakan penataan/tata ruang kota. Oleh sebab itu kebijakan-kebijakan pemerintah mengenai pembangunan termasuk penataan ruang kota selama ini kurang mendapat dukungan masyarakat. Yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi antara local government, civil society, dan private sector dalam penanganan relokasi pasar Keputran Surabaya dan siapa saja yang diuntungkan dan yang dirugikan dalam penanganan relokasi pasar Keputran Surabaya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, peneliti memakai metode penelitian kualitatif dari hasil wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumen yang relevan. Analisa data dilakukan dengan pengkategorian dan pengkombinasiaan bukti dan menetapkan serangkaian keterkaitan timbal-balik mengenai fenomena tersebut. Kesimpulan yang didapat adalah interaksi antara local government, civil society, dan private sector dalam penanganan relokasi pasar Keputran Surabaya belum menciptakan partnership yang berdasarkan trust dan respect. Pemerintah belum bisa dalam facilitating private sector dan directing civil society. Pemerintah hanya membuat dan melakukan kebijakan perencanaan pembangunan yang bersifat simbolik yang merupakan syarat pembangunan ekonomi yang dilakukan. Pemerintah seakan-akan memberikan pilihan tempat berdagang (PIOS) kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) tanpa memberikan solusi atas kesulitan yang dihadapi oleh pedagang. APKLI telah memperjuangkan kepentingan PKL untuk melakukan fungsi shaping government. Partisipasi yang dilakukan APKLI adalah memberikan sumbangan ide dan saran dalam rapat koordinasi Musrenbag (Musyawarah Perencanaan Pembangunan). Namun keterlibatan APKLI hanya dalam kegiatan seremonial saja (semu), sedangkan pada tahapan yang lebih tinggi, usulan kebijakan dari APKLI hilang. Pihak pengelola Pasar Induk Osowilangun Surabaya (PIOS) belum melaksanakan fungsinya untuk resourching civil society, dimana pengelola PIOS tersebut seharusnya memberikan kontribusi kepada masyarakat berupa kompensasi harga sewa stand maupun bantuan-bantuan sosial lainnya. Kata kunci: interaksi, local government, civil society and private sector, good governance

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis AN. 62 11
Uncontrolled Keywords: WASTE MANAGEMENT ; COMMUNICATION
Subjects: H Social Sciences > HF Commerce > HF5410-5417.5 Marketing. Distribution of products
J Political Science > JS Local government Municipal government
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Administrasi Negara
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
PROFITA BRILLIANTYUNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorFalih Suaedi, Dr., Drs. M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 21 Oct 2011 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 20:11
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16711
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item