ANALIS EFEKTIVITAS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENACE (TPM) DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVNESS (OEE) PADA DEPARTEMEN SIPNNING I DAN II PT. LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES, SURABAYA

YOSUA KUSUMA TAMPUBOLON, 040811541 (2013) ANALIS EFEKTIVITAS PENERAPAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENACE (TPM) DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVNESS (OEE) PADA DEPARTEMEN SIPNNING I DAN II PT. LOTUS INDAH TEXTILE INDUSTRIES, SURABAYA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2013-tampubolon-22261-5.abstr-k.pdf

Download (295kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
FULLTEXT.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

PT. Lotus Indah Textile Industries merupakan perusahaan yang bergerak dalam industri tektile, dalam proses produksi tidak terlepas dari masalah yang berhubungan dengan efektivitas mesin yang diakibatkan oleh six big losses . Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah efektif dan efisien dalam pemeliharaan mesin dan peralatan untuk menanggulangi dan mencegah masalah tersebut. Total Productive Maintenance (TPM) adalah suatu prinsip manajemen untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi perusahaan dengan menggunakan mesin secara efektif. Tidak tepatnya penanganan dan pemeliharaan mesin akan mengakibatkan kerugian-kerugian disebut dengan Six Big Losess yaitu breakdown losses, set-up and adjustment losses, reduced speed losses, idling and minor stoppages, rework losses dan yield scarp losses Penerapan TPM pada PT. Lotus Indah di mulai pada tahun 2006, dengan beberapa program diantaranya, preventive maintenance, autonomous maintenance, pendidikan dan pelatihan, standard keselamatan dan kesehatan pekerja dan quality kontrol dalam setiap proses produksi semua program tersebut dengan tujuan peningkatan efektivitas mesin. Dalam mengukur efetivitas penerapan TPM mengunakan indikator nilai OEE pada mesin ring frame spinning I dan II, yang kemudian menganalisis dengan pengukuran OEE six big losses untuk mengetahui besarnya efisiensi yang hilang pada keenam faktor six big losses. Dari keenam faktor tersebut selanjutnya dicari faktor apa yang memberikan kontribusi terbesar yang mengakibatkan besarnya efisiensi pada mesin ring frame. Kesimpulan yang dapat diambil pada departemen spinning I bahwa nilai OEE untuk periode Januari 2011 – Desember 2011 berkisar antara 74.00% sampai 86.36% dan pada departemen spinning II berkisar antara 77.25% sampai 90.44%. Pada ke 2 departemen spinning nilai OEE six big losses yang menjadi prioritas utama untuk dieliminasi perusahaan adalah faktor Reduced Speed Loss. Dari pencapainan nilai OEE pada spinning I dan II dapat di simpulkan penerapan TPM belum berjalan maksimal masih sedikit dibawah standard JIPM (≥85%)

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 B.292/12 Tam a
Uncontrolled Keywords: AUDITING
Subjects: H Social Sciences > HJ Public Finance > HJ9-9940 Public finance > HJ9701-9940 Public accounting. Auditing
Divisions: 04. Fakultas Ekonomi dan Bisnis > Manajemen
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
YOSUA KUSUMA TAMPUBOLON, 040811541UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorIndrianawati Usman, Dr.SE, M.Si.UNSPECIFIED
Depositing User: Mr Bambang Husodo
Date Deposited: 10 Jan 2013 12:00
Last Modified: 08 Aug 2016 03:53
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/1685
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item