TRADISI SINAMOT DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU BATAK TOBA DI PERANTAUAN (Studi Makna dan Fungsi Sinamot Pada Keluarga Batak Toba Perantauan di Surabaya)

HELGA SEPTIANI MANIK, - (2010) TRADISI SINAMOT DALAM ADAT PERKAWINAN SUKU BATAK TOBA DI PERANTAUAN (Studi Makna dan Fungsi Sinamot Pada Keluarga Batak Toba Perantauan di Surabaya). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-manikhelga-21165-fisant-k.pdf

Download (334kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Perkawinan Batak Toba adalah perkawinan eksogami marga, karena perkawinan satu marga dilarang keras. Awalnya perkawinan diartikan sebagai pembelian seorang perempuan, dimana perempuan dilepas dari keluarga besarnya setelah dilakukan transaksi pembayaran yang telah disetujui bersama sebelumnya. Transaksi tersebut dapat berupa pembayaran sejumlah barang berharga, seekor binatang (babi, kerbau, sapi) atau sejumlah uang kepada pihak perempuan. Dalam tradisi Batak Toba proses transaksi ini disebut dengan sinamot. Tradisi sinamot di dalam lingkungan sosial perkotaan akan menyebabkan kelonggaran tradisi dalam melakukan acara adat perkawinan Batak Toba, akibat interaksi antar kelompok sosial yang berbeda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui makna dan fungsi masyarakat Batak Toba yang merantau ke Surabaya di dalam lingkungan yang heterogen. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif yang mendeskripsikan secara faktual yang terjadi dalam kehidupan keluarga Batak Toba yang diselidiki. Dengan menggunakan empat keluarga Batak Toba yang merantau ke Surabaya dan seorang ketua adat Batak Toba dijadikan informan. Peneliti menggunakan tekhnik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara secara mendalam. Hasilnya adalah tradisi sinamot yang ada di kampung halaman mempunyai makna sebagai salah satu alat untuk mengikat hubungan yang terjalin antara dua kelompok kekerabatan yang bersangkutan. Tradisi ini sudah menjadi salah satu rangkaian adat perkawinan yang sudah disahkan dan disetujui oleh masyarakat Batak Toba itu sendiri, sehingga memperkuat integritas sosial mereka. Sedangkan tradisi sinamot yang dilakukan oleh masyarakat Batak Toba yang merantau ke Surabaya dimana tergolong masyarakat bersolidaritas organik ini menekankan pada fungsi masyarakat yang ada. Mereka menganggap bahwa tradisi sinamot tetap dilakukan untuk memelihara hubungan kekerabatan antar kelompok marga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis. Ant. 22/11 Man t (FILE FULLTEXT TIDAK TERSEDIA)
Uncontrolled Keywords: CULTURAL ANTHROPOLOGY
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM621-656 Culture
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Antropologi
Creators:
CreatorsEmail
HELGA SEPTIANI MANIK, -UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorBudi Setiawan, Drs., MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 25 Nov 2011 12:00
Last Modified: 14 Sep 2016 00:27
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16889
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item