STRATEGI GERAKAN SOSIAL ZAPATISTA DI MEKSIKO TAHUN 1994-2006

RITZA L. CANDRA, 070610450 (2011) STRATEGI GERAKAN SOSIAL ZAPATISTA DI MEKSIKO TAHUN 1994-2006. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-candraritz-21410-fishi3-k.pdf

Download (336kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-candraritz-18012-fishi3-s.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Tahun 1994 adalah tahun yang bersejarah bagi Negara-negara di Amerika Utara. Tepat pada 1 Januari 1994, perjanjian perdagangan tiga Negara Amerika Utara; Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko, disepakati dan mulai dijalankan. Perjanjian yang disebut North American Free Trade Agreement (NAFTA) adalah salah satu bentuk usaha untuk mengurangi hambatan perdagangan masing-masing negara anggotanya dengan harapan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Negara-negara anggotnya. Di sisi lain, kemunculan NAFTA bersamaan dengan kemunculan gerakan pemberontakan di Chiapas, bagian selatan Meksiko yang dikenal dengan Ejército Zapatista de Liberación Nacional (EZLN) atau Tentara Pembebasan Nasional Zapatista. Kelompok ini terang-terangan menyatakan penolakannya terhadap implementasi NAFTA serta produk neoliberalisme dan globalisasi lainnya untuk menegakkan demokrasi dan demi diakuinya hak-hak rakyat pribumi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai tujuan penggunaan dua strategi utama Zapatista, dan permasalahan tersebut akan dianalisis dengan menggunakan teori gerakan social secara general dan menurut pandangan Gramsci, dilengkapi dengan konsep non-violent struggle dan teknik propaganda. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatif dengan teknik analisis data kualitatif yang bersumber dari pengumpulan data-data sekunder. Hipotesis yang ditarik oleh penulis antara lain strategi nonviolent mendukung berjalannya demokrasi dan menciptakan masyarakat yang demokratis seperti tujuan gerakan, pemanfaatan media komunikasi sebagai sarana penyampaian pesan dan simbol-simbol gerakan Zapatista untuk menarik dukungan masyarakat nasional maupun internasional, dan adanya pengaruh Subcomandante Marcos yang membawa propaganda gerakan Zapatista ke ranah intelektual. Dari analisis yang kemudian dilakukan penulis, gerakan Zapatista menggunakan strategi non-violent seperti tujuan utama mereka, untuk menegakkan demokrasi dan mereka komitmen akan hal teresbut. Di samping itu, mereka mendukung penggunaan media independen untuk menyampaikan pesan dan menarik dukungan pihak lain, di mana semua strategi tersebut tidak lepas dari peran Subcomandante Marcos. Dalam kurun waktu 1994 hingga 2008, diktator satu partai runtuh pada pemilihan presiden tahun 2000, salah satu tanda bahwa demokrasi mulai ditegakkan pemerintah Meksiko. Perjalanan Zapatista penuh dengan kompleksitas namun perubahan tersebut bukan berarti tidak mungkin dilaksanakan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis. HI. 32/11 Can s
Uncontrolled Keywords: NATIONALISM ; WORLD POLITICS
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM826 Social institutions
H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsEmail
RITZA L. CANDRA, 070610450UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorI Basis Susilo, MAUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 15 Dec 2011 12:00
Last Modified: 09 Sep 2016 09:01
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16926
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item