PENINGKATAN ANCAMAN GERAKAN ETNONASIONALISME KURDI DI PERBATASAN IRAK UTARA TERHADAP INTEGRASI NASIONAL TURKI TAHUN 2003-2009

RENITHA DWI HAPSARI, 070710430 (2011) PENINGKATAN ANCAMAN GERAKAN ETNONASIONALISME KURDI DI PERBATASAN IRAK UTARA TERHADAP INTEGRASI NASIONAL TURKI TAHUN 2003-2009. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
gdlhub-gdl-s1-2011-hapsariren-21421-fishi4-k.pdf

Download (334kB) | Preview
[img] Text (FULL TEXT)
gdlhub-gdl-s1-2011-hapsariren-18025-fishi4-p.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Penelitian ini menelaah gerakan etnonasionalisme Kurdi di perbatasan Irak Utara dan kaitannya dengan integrasi nasional Turki. Latar belakang pada penelitian ini didasarkan pada kecenderungan bahwa pergolakan-pergolakan yang disebabkan oleh etnis minoritas dapat menjadi permasalahan serius bagi kedaulatan dan keamanan suatu negara, apalagi bila etnis tersebut memiliki ikatan etnis secara transnasional. Keterkaitan antara Kurdi di Irak Utara dan Turki ini menjadi pijakan utama permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu sejauhmana gerakan etnonasionalisme Kurdi di perbatasan Irak Utara mengancam integrasi nasional Turki tahun 2003-2009. Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan metode eksplanatif dengan menjadikan konsep relative deprivation dari Ted Robert Gurr sebagai dasar argumen. Pemikiran ini diperkuat dengan konsep difusi dan eskalasi konflik etnis oleh Lobell dan Mauceri serta konsep ethnic alliance dari Myron Weiner. Dari pendekatan teoritik yang dimunculkan, dapat ditarik jawaban sementara bahwa gerakan etnonasionalisme Kurdi di perbatasan Irak Utara menjadi ancaman serius bagi integrasi nasional Turki karena adanya ikatan etnis Kurdi di perbatasan kedua negara. Ikatan etnis sesama Kurdi di kedua negara memicu terjadinya difusi dan eskalasi yang dapat menghambat proses integrasi nasional di Turki. Hambatan dalam proses integrasi nasional Turki berupa penolakan penuh terhadap Turkifikasi, kekerasan fisik dengan kontak senjata melawan pasukan pemerintah, serta tuntutan otonomi politik untuk melakukan pemisahan diri. Berdasarkan temuan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa Gerakan etnonasionalisme Kurdi di perbatasan Irak Utara menjadi ancaman serius bagi integrasi nasional Turki karena penolakan penuh terhadap Turkifikasi yang merupakan upaya integrasi nasional yang diterapkan pemerintah, kekerasan fisik, serta tuntutan untuk mendapatkan otonomi politik.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK 2 Fis. HI. 41/11 Hap p
Uncontrolled Keywords: INTERNATIONAL LAW
Subjects: H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV6001-7220.5 Criminology > HV6035-6197 Criminal anthropology
J Political Science > JX International law
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Hubungan Internasional
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
RENITHA DWI HAPSARI, 070710430UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorBLS Wahyu Wardhani, Dra., MA, Ph.DUNSPECIFIED
Depositing User: Nn Dewi Rekno Ulansari
Date Deposited: 15 Dec 2011 12:00
Last Modified: 14 Sep 2016 00:46
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16937
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item