Konstruksi Sosial Dan Penerimaan Masyarakat Agamis Terhadap Pelacuran Di Klubuk, Sukodadi, Kabuh, Jombang

Imroatul M. Mufidah, NIM 070517738 (2009) Konstruksi Sosial Dan Penerimaan Masyarakat Agamis Terhadap Pelacuran Di Klubuk, Sukodadi, Kabuh, Jombang. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2011-mufidahimr-14852-abstrak.pdf

Download (549kB) | Preview
[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2008-mufidahimr-12405-fullskri-i.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Masyarakat berkembang dari waktu ke waktu, baik perilaku, budaya dan bahasa yang mereka miliki. Termasuk bagaimana mereka menafsirkan realitas sosial yang ada di sekitar mereka menjadi suatu proses yang tiada henti. Fenomena pelacuran tetap menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat. Desa Sukodadi memiliki lokalisasi terselubung (warung remang-remang) berdekatan dengan Desa Losari, yang memiliki pondok pesantren besar yaitu Shiddiqiyah. Fenomena kemudian melatarbelakangi penelitian tentang konstruksi sosial dan penerimaan masyarakat agamis terhadap pelacuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial masyarakat agamis terhadap pelacuran yang ada di Desa Sukodadi dan penerimaan masyarakat terhadap lokalisasi Klubuk. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruksi sosial dengan menggunakan pisau analisis teori konstruksi sosial. Informan yang dipilih adalah masyarakat santri yang memiliki variasi jarak tempat tinggal yang dekat dan jauh dengan lokalisasi. informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang, terdiri dari tujuh orang laki-laki dan satu orang perempuan. Variasi jarak tempat tinggal informan dengan lokalisasi adalah empat orang informan memiliki jarak tempat tinggal yang jauh dari lokalisasi dan empat orang informan yang memiliki jarak tempat tinggal yang dekat dengan lokalisasi. Data-data yang ingin diperoleh dikumpulkan dengan cara observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh gambaran yang terperinci objek penelitian. Analisis data dilakukan dengan meminjam cara befikir konstruktivis dengan mengklasifikasikan berdasarkan kemiripan yang dimiliki oleh informan, untuk selanjutnya mendapatkan variasi data yang lebih terperinci. Konstruksi sosial yang dimiliki oleh masyarakat yang ikut dalam Thoriqoh memmiliki perbedaan dengan konstruksi sosial yang dimiliki oleh masyarakat agamis dan masyarakat abangan. Bagaimana kemudian pengalaman hidup masing-masing informan mempengaruhi konstruksi pelacuran di dalam dirinya. Keberadaan pelacuran yang bertahan sekian lama tidak berarti diterima keberadaannya oleh masyarakat, namun karena ketidakberdayaan masyarakat melawan struktur yang mendukung pelacuran sehingga masyarakat terpaksa menerima keberadaan pelacuran di Klubuk.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.S.06/10 Muf k
Uncontrolled Keywords: REHABILITATION, PROSTITUTES
Subjects: H Social Sciences > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform > HN1-995 Social history and conditions. Social problems. Social reform
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare > HV1-9960 Social pathology. Social and public welfare. Criminology > HV697-4959 Protection, assistance and relief > HV3025-3174 Special classes. By occupation
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
Imroatul M. Mufidah, NIM 070517738UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorSutinah, Dra. , MSUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 30 Jun 1905 12:00
Last Modified: 26 Oct 2016 20:00
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16953
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item