METROSEKSUAL, KEBUTUHAN YANG MEREPRESI (Studi Kritis Terhadap Wacana Metroseksual dalam Majalah Male Emporium)

YOGO PRASETYO, 070016352 (2009) METROSEKSUAL, KEBUTUHAN YANG MEREPRESI (Studi Kritis Terhadap Wacana Metroseksual dalam Majalah Male Emporium). Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img] Text (Fulltext)
gdlhub-gdl-s1-2008-prasetyoyo-12902-fis.s.19-0.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2008-prasetyoyo-15546-abstrak-0.pdf

Download (580kB) | Preview
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Maskulin dan maskulinitasnya telah melakukan berabad-abad perjalanan dalam mengejar citra ideal melalui tubuhnya. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan beberapa hasil budaya berupa pahatan patung dewa dan juga kostum atau fashion yang flamboyan yang pernah dipakai oleh para keluarga kerajaan atau bangsawan. Seharusnya menjadi maskulin hanya cukup dengan menghindari domain yang dianggap wilayah feminin. Metroseksual sebuah imej “maskulin baru”, metroseksual sebuah produk kapitalisme modern, atau sebuah upaya penyeragaman kebutuhan maskulin, dimana membaurkan rasionalitas dengan keirasionalan dalam sebuah kebutuhan sehingga para pria/maskulin tidak sadar akan kebutuhan yang merepresi tersebut. Metroseksual membentuk citra tubuh luarnya dengan memilih “berdandan” sebagai kebutuhan yang harus terpenuhi, tragisnya berdandan adalah kebiasaaan milik perempuan, inilah yang menjadi suatu kontradiksi dan sekaligus fokus penelitian, bagaimana wacana metroseksual tercipta menjadi suatu bentuk kesadaran dan kebutuhan palsu? Dan ideologi apa yang tersembunyi dengan diciptakan wacana metroseksual? Untuk menjawab fokus penelitian tersebut, peneliti menggunakan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) milik Norman Fairclough dimana analisis dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu: analisis teks, praktik wacana dan praktik sosio-kultural. Penelitian ini berparadigma kritik sosial, dimana peneliti ingin mengungkap ilusi dan mitos yang menyelimuti keberdayaan seorang maskulin dalam setiap tindakannya. Yang menjadi subjek penelitian adalah wacana metroseksual itu sendiri dan yang menjadi unit analisis adalah bahasa. Data yang dipakai untuk membantu melihat permasalahan adalah bahasa/kata-kata yang digunakan/dipakai oleh majalah ME (Male Emporium) edisi no. 43 Agustus 2004, yang berjudul “pria metroseksual = berisi”, dipakai dalam menyajikan wacana metroseksual.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.S.19/10 Pra m
Uncontrolled Keywords: LIFE STYLE, CONSUMER BEHAVIOR
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsEmail
YOGO PRASETYO, 070016352UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameEmail
ContributorEdy Herry Pryhantono, Drs. MSiUNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 30 Jun 1905 12:00
Last Modified: 28 Oct 2016 17:33
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16977
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item