MAKNA PERAN LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA; TINJAUAN DRAMATURGI

AULIA ROSHANTY, 070610089 (2010) MAKNA PERAN LANSIA YANG TINGGAL DI PANTI WERDHA; TINJAUAN DRAMATURGI. Skripsi thesis, UNIVERSITAS AIRLANGGA.

[img]
Preview
Text (Abstrak)
gdlhub-gdl-s1-2010-roshantyau-16001-abstrak-0.pdf

Download (636kB) | Preview
[img] Text (FULLTEXT)
16994.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy
Official URL: http://lib.unair.ac.id

Abstract

Orang yang telah lanjut usia (lansia) memiliki peran sebagai orang yang dituakan, seperti ayah/ibu, kakek/nenek, buyut, dan sebagainya. Yang mana sesuai dengan nilai-nilai sosial budaya Indonesia, bahwa orang yang telah berusia lanjut akan dijadikan penasehat bagi anak-anak ataupun cucu-cucunya karena dianggap lebih banyak makan asam garam kehidupan (lebih berpengalaman) atau lebih bijaksana. Namun dalam realitasnya, ada lanjut usia yang harus tinggal di panti werdha, jauh dari keluarganya. Dalam hal ini, peran yang dimainkan oleh lansia ini adalah peran ganda, yakni peran lansia sebagai penghuni panti werdha yang harus sepenuhnya patuh serta mengikuti aturan-aturan yang ada di panti tersebut serta harus tetap memainkan peran orang tua bagi anak dan cucunya. Penelitian ini merupakan tipe penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan interaksi simbolik (teori dramaturgi – Erving Goffman) dengan paradigma interpretatif. Penelitian ini ingin melihat bagaimana para lansia yang tinggal di panti werdha memaknai serta memainkan peran dalam kehidupannya, yakni peran sebagai orang tua bagi anaknya serta nenek bagi cucunya. Dalam proses penelitian ini teknik yang akan digunakan dalam menentukan subyek penelitian adalah dengan menggunakan metode snow ball, yang artinya cara pengambilan subyek penelitian secara bertahap. Informan utamanya adalah lansia yang dianggap paling representatif dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh peneliti dan memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara kualitatif, yaitu data yang didapat ditranskrip ke dalam bentuk tulisan dan kemudian diinterpretasi serta dikaitkan dengan teori. Pada akhirnya, ditemukan bahwa mayoritas informan melakukan permainan peran dalam kehidupannya di panti werdha. Apa yang mereka tampilkan di panggung depan saat ada penonton (peneliti ataupun pada pengurus panti) bertolak belakang dengan apa yang ia jalankan di panggung belakang saat tidak ada penonton dalam kehidupannya.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Additional Information: KKB KK-2 Fis.S.83/10 Ros m
Uncontrolled Keywords: OLD AGED HOMES
Subjects: H Social Sciences > HM Sociology > HM(1)-1281 Sociology > HM1001-1281 Social psychology > HM1041-1101 Social perception. Social cognition Including perception of the self and others, prejudices, stereotype
Divisions: 07. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Creators:
CreatorsNIM/NIDN
AULIA ROSHANTY, 070610089UNSPECIFIED
Contributors:
ContributionNameNIDN/NIDK/NUP
ContributorIda Bagus Wirawan, Prof.UNSPECIFIED
Depositing User: Nurma Harumiaty
Date Deposited: 02 Jul 1905 12:00
Last Modified: 19 Jun 2017 17:25
URI: http://repository.unair.ac.id/id/eprint/16994
Sosial Share:

Actions (login required)

View Item View Item